DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Transformasi Pertanian Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Diposting     Jumat, 21 Agustus 2026 04:08 pm    Oleh    ditjenbun



PALU — Transformasi pertanian Indonesia tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga perubahan menyeluruh untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal tersebut disampaikan Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, yang hadir mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kuliah umum di Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Kamis (20/8/2026).

“Transformasi pertanian harus kita dorong melalui modernisasi, inovasi, dan digitalisasi. Pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian,” ujar Heru.

Menurut Heru, modernisasi tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan kelembagaan petani. “Petani harus memiliki kelembagaan yang kuat agar mampu meningkatkan kapasitas, memperkuat posisi tawar, serta berkembang sebagai pelaku usaha pertanian,” katanya.

Heru juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. “Kita tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah. Hilirisasi harus didorong agar hasil pertanian memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Selain teknologi dan hilirisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian. “Kita membutuhkan SDM pertanian yang kompeten, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta perubahan dunia usaha,” kata Heru.

Lebih jauh, Heru mendorong perubahan pola pikir dalam pembangunan pertanian. “Kita harus mengubah mindset dari negara pengimpor menjadi negara pengekspor. Pertanian Indonesia harus mampu menghasilkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berdaya saing di pasar global,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya ketekunan dan keteguhan dalam mencapai keberhasilan. Ia mengibaratkan manusia seperti berlian yang membutuhkan proses dan tekanan untuk menjadi sesuatu yang bernilai.

Semangat tersebut sejalan dengan arah transformasi pertanian yang membutuhkan proses berkelanjutan, inovasi, serta kolaborasi berbagai pihak untuk membangun sektor pertanian yang semakin modern, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.


Bagikan Artikel Ini