DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Kementan Dorong Transformasi Industri Sawit Lewat Borneo Forum, Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Kemitraan Pekebun Jadi Fokus

Diposting     Jumat, 07 Agustus 2026 08:08 am    Oleh    ditjenbun



Balikpapan – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional melalui transformasi yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, inovasi, dan penguatan kemitraan dengan pekebun. Komitmen tersebut disampaikan dalam Borneo Forum yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur (06/08).

Forum tahunan yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) ini mengusung tema Resilience, Innovation, and Transformation: Empowering the Palm Oil Industry Beyond Sustainability. Memasuki penyelenggaraan ke-9, forum menjadi wadah strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat industri sawit nasional di tengah berbagai tantangan global.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, perwakilan Kementerian Keuangan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Bupati Kutai Timur, Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, Ketua Umum GAPKI, kepala dinas yang membidangi perkebunan dari sejumlah provinsi di Kalimantan, serta pimpinan perusahaan anggota GAPKI.

Dalam sambutannya, Plt Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi sumber devisa negara.

“Industri kelapa sawit Indonesia harus terus bertransformasi menjadi industri yang produktif, inovatif, inklusif, tangguh, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia menambahkan, masa depan industri sawit nasional sangat ditentukan oleh keberhasilan pembangunan perkebunan sawit rakyat. Karena itu, pekebun harus menjadi bagian utama dalam rantai nilai industri sawit melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, hingga pendampingan usaha.

Heru juga berharap Borneo Forum ini tidak hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial, tetapi mampu melahirkan rekomendasi dan inovasi baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing industri sawit.

“Salah satu yang harus menjadi perhatian adalah penyediaan benih unggul berkualitas sebagai fondasi peningkatan produksi dan produktivitas sawit nasional guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, mendukung industri hilir, sekaligus memperkuat kontribusi sebagai penghasil devisa,” katanya.

Selain itu, ia menyampaikan dua pesan penting kepada pelaku industri kelapa sawit. Pertama, perusahaan perkebunan harus terus meningkatkan produksi dan produktivitas melalui inovasi, teknologi, benih unggul berkualitas serta praktik budidaya yang baik. Kedua, perusahaan perlu memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan dengan pekebun rakyat agar manfaat pembangunan industri sawit dapat dirasakan secara lebih luas.

“Fokus pembangunan sawit ke depan adalah meningkatkan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, penguatan SDM pekebun, serta kemitraan yang kuat antara perusahaan dan pekebun rakyat. Dengan demikian, sawit Indonesia akan semakin kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Heru.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan sub sektor perkebunan sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan, energi, dan perekonomian nasional.

Menurutnya, kelapa sawit merupakan aset strategis bangsa. Karena itu, produktivitas harus terus ditingkatkan melalui inovasi, benih unggul, hilirisasi, dan penguatan kemitraan dengan pekebun. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan petani, industri sawit Indonesia akan semakin tangguh, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat serta perekonomian nasional.


Bagikan Artikel Ini