DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Kopi Pekebun Bandung & Sumsel Ramaikan TEI 2026, Kementan Buka Peluang Kerja Sama dengan Pembeli Domestik dan Internasional

Diposting     Sabtu, 24 Oktober 2026 03:10 pm    Oleh    ditjenbun



TANGERANG — Kopi lokal dari Bandung, Jawa Barat, dan Semendo, Sumatera Selatan, turut meramaikan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Melalui fasilitasi Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), produk kopi pekebun diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.

Keikutsertaan dalam pameran perdagangan berskala internasional ini menjadi momentum bagi pekebun dan pelaku usaha untuk memperkenalkan keunggulan kopi nusantara, memperluas jejaring bisnis, serta menjajaki peluang kemitraan dan transaksi perdagangan. Dukungan Ditjenbun diberikan melalui fasilitasi promosi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan bantuan peralatan penunjang produksi guna memperkuat daya saing usaha kopi lokal.

Secara terpisah, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, menegaskan bahwa pengembangan kopi nasional perlu dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Upaya menjaga produktivitas dan kualitas di tingkat kebun harus berjalan seiring dengan penguatan pengolahan, pengembangan produk, dan perluasan akses pasar.

“Kopi Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. Karena itu, penguatan produktivitas di tingkat kebun harus diikuti dengan peningkatan kualitas, pengembangan usaha, dan perluasan akses pasar. Melalui fasilitasi promosi dan penguatan kemitraan, kami mendorong agar pekebun dan pelaku usaha dapat menjangkau lebih banyak pembeli, memperluas pasar, serta memperoleh nilai tambah yang lebih besar,” ujar Heru.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk mendorong komoditas perkebunan unggulan semakin berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas, konsistensi mutu, penguatan hilirisasi, dan perluasan pasar agar produk perkebunan Indonesia semakin dikenal di pasar internasional. Dengan demikian, pengembangan komoditas unggulan tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memperkuat kesejahteraan pekebun dan kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat fasilitasi tersebut adalah Wanoja Coffee, Satrea Amambi, menyampaikan bahwa dukungan Ditjenbun membantu pengembangan usahanya, mulai dari kesempatan mengikuti pameran, peningkatan kapasitas SDM, hingga bantuan peralatan penunjang produksi.

“Dari tahun ke tahun, dengan adanya dukungan dari Ditjenbun, kapasitas produksi kami meningkat dan kami pun bisa menjual lebih banyak kopi,” ujar Satrea.

Wanoja Coffee telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain Bandung, Jakarta, Sumatera, dan Bali. Produknya juga telah dipasarkan ke Arab Saudi, Thailand, serta sejumlah negara di Eropa. Capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas jaringan pemasaran dan menjajaki kerja sama dengan pembeli baru, baik di pasar domestik maupun internasional.

Wanoja Coffee memiliki karakter cita rasa bernuansa buah (fruity) dengan sentuhan manis. Karakter tersebut menjadi salah satu keunggulan produk yang didukung oleh proses pengolahan dan sortasi untuk menjaga konsistensi mutu.

Selain Wanoja Coffee, kopi Semendo turut diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan kopi lokal Indonesia. Kopi asal Semendo, Sumatera Selatan, mencakup varian Arabika, Robusta, hingga Liberika yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi pengembangan pasar.

Perwakilan pekebun kopi Semendo, Abu Saad, mengapresiasi pendampingan serta sinergi Ditjenbun dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI), dan asosiasi terkait dalam mendukung promosi serta pengembangan usaha kopi pekebun.

“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa didampingi oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan. Melalui fasilitasi ini, kopi premium kami, mulai dari green beans hingga produk ready to drink, mendapatkan ruang pemasaran yang lebih luas untuk menjangkau pembeli dan menembus pasar ekspor,” ujar Abu Saad di ICE BSD.

Kopi Semendo dikenal memiliki cita rasa lembut (smooth), tingkat keasaman yang seimbang, serta aroma kompleks dengan sentuhan buah-buahan, seperti nangka dan pisang. Penerapan standar pascapanen dan fermentasi yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga mutu sekaligus memperkuat daya saing produk.

Keikutsertaan kedua pelaku usaha tersebut dalam TEI 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan pengenalan produk, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut bisnis yang konkret, seperti penjajakan pesanan, kerja sama pasokan, pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar, dan kemitraan jangka panjang dengan pembeli.


Bagikan Artikel Ini