KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Lada Di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Diposting     Jumat, 14 Mei 2021 06:05 am    Oleh    ditjenbun



 

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu sentra penghasil lada di Indonesia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (angka tetap) setempat, pada tahun 2019, luas total tanaman lada adalah 52.688,05 Ha (luas TBM = 20.455, 28 Ha, luas TM = 29.324,91 Ha, dan luas TR = 2.907,87 Ha)  dengan produksi sebesar 33.457,64 ton dan produktivitas sebesar 1,14 Ton/Ha.  Pertanaman lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebar di Kabupaten Bangka (6.026,43 Ha), Belitung (9.525, 99 Ha), Bangka Barat (6.242,49 Ha), Bangka Tengah (4.169,56 Ha), Bangka Selatan (22.960,50 Ha), dan Belitung Timur (3.763,08 Ha).

Telah kita ketahui bahwa Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu sentra penghasil lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan produksi sebesar 3.654,18 Ton dan Produktivitas sedbesar 0,95 Ton/Ha. Angka produktivitas ini masih rendah bila dibandingkan dengan angka produktivitas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya produktivitas tersebut adalah adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan seperti: adanya serangan hama dan penyakit tumbuhan antara lain penyakit busuk pangkal batang (Phytophthora capsici), penyakit kuning (Radophalus similis dan Meloidogyne incognita), jamur pirang (Septobasidium sp.), dan penyakit keriting (pipper yelow mottle virus), serta golongan hama antara lain kepik pengisap buah (Dasynus piperis), penggerek batang/cabang (Lophobaris piperis), dan kepik pengisap  bunga (Diconocoris hewetti). Akibat serangan OPT tersebut, diperkirakan produksi lada menurun sekitar 30-40% dan mutu menjadi rendah sehingga berdampak pada rendahnya harga lada.

Upaya pemerintah dalam mengelola OPT lada diimplementasikan salah satunya melalui program Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT). Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan pada Pasal 48 mengamanatkan bahwa perlindungan pertanian dilaksanakan dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta  penanganan dampak perubahan iklim, serta pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, petani, pelaku usaha, dan masyarakat. Konsep PHT menekankan bahwa penggunaan pestisida kimia sintetis dilakukan sebagai alternatif pengendalian terakhir jika cara-cara pengendalian lainnya tidak mampu mengatasi serangan OPT.

Dalam penerapan PHT, petani perlu dipandu atau dibimbing untuk dapat mengamati, mengidentifikasi, dan menganalisa masalah sehingga dapat mengambil keputusan pengendalian di kebunnya. Oleh karena itu, kegiatan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) dapat menjadi solusi bagi para petani dan diharapkan mampu menstimulir kelompok tani lainnya secara berkesinambungan.

Pada tahun 2021 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dialokasikan kegiatan penerapan pengendalian OPT tanaman lada di Kabupaten Bangka Barat seluas 50 ha dilaksanankan di Kelompok Tani Dendang Bersatu Desa Dendang dan Kelompok Tani Usaha Tani Sejahtera Desa Pangek. Sedangkan di Kabupaten Bangka Tengah seluas 50 Ha dilaksanakan di Kelompok Tani Bina Tani Sejahtera Desa Perlang dan Kelompok Tani Mandiri Jaya Desa Teru.

No

Gapoktan Ketua Desa Luas/Ha Kabupaten
1 Dendang Bersatu Nazir Dendang 25. Bangka Barat
2 Usaha Tani Sejahtera Bahtyar Pengek 25. Bangka Barat
3 Bina Tani Sejahtera Ardania Perlang 25. Bangka Tengah
4 Mandiri Jaya Ismail Teru 25. Bangka Tengah
TOTAL 100

Tabel 1. Daftar Kelompok Tani Kegiatan PPHT Bangka Belitung

Kunjungan lapang hanya dilaksanakan di Kabupaten Bangka Barat yaitu di Kelompok Tani “Usaha Tani Sejahtera” (Ketua Bapak Bahtyar), Desa Pangek, Kecamatan Simpang Tritis dan pada Gabungan Kelompok Tani “Dendang Bersatu” (Ketua Bapak Nazir), Desa Dendang, Kecamatan Kelapa.

Populasi tanaman lada pada umumnya 1.600 pohon/Ha. Tanaman umur 3-4 tahun mampu menghasilkan 1 kg/pohon/tahun lada putih. Harga lada pada bulan April 2021 adalah Rp 90.000,-/kg di tingkat petani. Pada tahun 2015-2016 yang mampu mencapai harga Rp 150.000,-/kg. Pada saat kunjungan, sudah dilakukan penyerahan barang secara fisik, namun Berita Acara Serah Terima (BAST) masih belum sepenuhnya dibuat, nanti akan dilaporkan menyusul.  Sedangkan SK CPCL dan SK Tim Teknis kegiatan Penerapan PHT lada di Kabupaten Bangka Barat sudah dibuat.

Dari hasil wawancara dengan beberapa petani, diketahui bahwa selama ini petani  hanya memanfaatkan pupuk anorganik (Urea, NPK) untuk memupuk tanaman lada dan menggunakan pestisida dalam mengendalikan OPT yang ada di kebunnya. Praktek yang salah yang masih dilakukan oleh petani adalah:

  1. Penyemprotan gulma dengan herbisida yang terkadang berlebihan;
  2. Tidak membuat saluran drainase / parit keliling / rorak untuk tanah yang tidak ada tanaman penutup tanahnya (cover crop).

Oleh karena itu disarankan untuk mengurangi penyiangan menggunakan herbisida dengan menanam cover crop Arachis pintoi.  Untuk mencegah penyebaran penyakit dan mencegah air tergenang dapat membuat rorak, parit keliling/parit isolasi.

Minimnya pengetahuan petani untuk mengendalikan OPT dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kebun serta pemupukan menggunakan kompos, mendorong pemandu lapang untuk melakukan pendampingan secara intensif kepada petani dalam mengelola kebunnya.

Petani sangat antusias dengan kegiatan penerapan pengendalian hama terpadu OPT tanaman cengkeh dengan menggunakan bahan-bahan yang ada disekitar kebun dan diharapkan produksi cengkeh semakin meningkat. Kehadiran petugas lapangan sangat diperlukan untuk mendampingi petani dalam mengelola kebun serta kegiatan lain yang berkaitan dengan pengendalian OPT.                                      

Penulis: Alimin, S.P., M.Sc. dan Anisa K. Al Idrus, S.Si. (Direktorat Perlindungan Perkebunan)

 

Sumber Pustaka

 Balittro. 2018. Peningkatan Daya Saing Lada (Piper nigrum L.) melalui Budidaya Organik. Perspektif Vol. 17 No.1/Juni 2018, Hlm 26-39. Balittro, Bogor.

BPS Babel, 2021.  Statistik Perkebunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Lada 2019. Pangkal Pinang, Babel.

Kemendag. 2017. Hari Lada 2017: Momentum Bangkitnya Kejayaan Lada Indonesia. Siaran Pers. Kemendag, Jakarta.

 


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *