DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Tancap Gas Hilirisasi Perkebunan, Kementan Siapkan Lahan Hingga Pekebun

Diposting     Jumat, 13 Maret 2026 12:03 pm    Oleh    ditjenbun



Jakarta — Kementerian Pertanian terus memacu langkah besar dalam mendorong hilirisasi sub sektor perkebunan nasional. Upaya ini tidak hanya sebatas program di atas kertas, tetapi juga melalui perjuangan panjang di lapangan, mulai dari penyiapan lahan, pencarian Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, hingga turun langsung ke daerah untuk memastikan kesiapan CPCL dan meninjau kondisi wilayah yang berbeda-beda hingga faktor cuaca yang memengaruhi kegiatan budidaya.

Fokus hilirisasi tersebut diarahkan pada tujuh komoditas perkebunan strategis, seperti tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat perekonomian pekebun.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah penting untuk memastikan komoditas perkebunan tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Kita ingin komoditas perkebunan memiliki nilai tambah yang lebih besar. Karena itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi agar hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memberikan keuntungan lebih bagi pekebun dan perekonomian nasional,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, proses menuju hilirisasi tidaklah mudah. Pemerintah harus memastikan kesiapan lahan, kelompok tani, hingga ekosistem industri agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, mengatakan bahwa proses penyiapan program hilirisasi membutuhkan kerja keras serta koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak.

“Kami turun langsung ke daerah untuk memastikan kesiapan CPCL, memetakan potensi lahan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pekebun, dan pemangku kepentingan lainnya. Proses ini membutuhkan upaya yang tidak sederhana, namun menjadi langkah penting agar program hilirisasi dapat berjalan optimal,” ujar Roni.

Menurutnya, selain penguatan budidaya, Kementan juga mendorong pengembangan berbagai produk turunan dari komoditas tersebut, seperti gula dari tebu, produk olahan kelapa, cokelat dari kakao, hingga beragam produk rempah dari pala dan lada.

Melalui langkah tersebut, sub sektor perkebunan diharapkan tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan jutaan pekebun di seluruh Indonesia.


Bagikan Artikel Ini