KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Penyakit Busuk Batang pada Tanaman Vanili

Diposting     Rabu, 20 Juli 2022 11:07 am    Oleh    perlindungan



Vanili merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Vanili termasuk ke dalam golongan anggrek (Orchidaceae). Buah vanili banyak digunakan sebagai bahan campuran makanan maupun minuman. Pada beberapa tahun terakhir vanili banyak dilirik karena harganya yang mahal. Menurunnya supply dunia diduga menyebabkan kenaikan harga vanili secara global. Hal ini tentu dapat menjadi dorongan bagi petani vanili untuk dapat mengembangkan komoditas tersebut.

Salah satu faktor penghambat dalam pengembangan komoditas vanili yaitu adanya serangan OPT, terutama penyakit busuk batang vanili. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. vanillae. Patogen ini sangat spesifik karena hanya menyerang tanaman vanili. Patogen ini juga dapat ditularkan melalui tanah maupun udara. Beberapa media yang dapat menyebarkan patogen ini antara lain bahan tanaman, air, tanah, alat-alat pertanian, dan hewan. Hal yang perlu diwaspadai adalah  spora patogen F. oxysporum f.sp. vanillae yang bertipe slime spore (spora berlendir), sehingga sangat mudah melekat dan terbawa ke tempat lain. Selain itu, jamur ini juga dapat membentuk klamidospora sehingga dapat bertahan selama 7-10 tahun dalam tanah walaupun tanpa inang.

Ciri khas dari penyakit busuk batang vanili adalah adanya pembusukan pada jaringan batang. Bagian batang yang terserang akan membusuk dan berwarna kecoklatan. Gejala penyakit busuk batang dapat ditemukan pada seluruh bagian tanaman yaitu akar, batang, buah, pucuk, dan kadang-kadang pada daun. Namun gejala serangan paling sering ditemukan pada batang vanili.

Upaya pengendalian yang dapat dilakukan berbeda, disesuaikan dengan kondisi kebun dan keparahan serangan penyakit busuk batang vanili. Upaya yang dapat dilakukan dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Pada kebun baru yang belum pernah ditanami vanili

  • Penggunaan stek/benih vanili bebas penyakit busuk batang vanili (usahakan tidak menggunakan stek panjang langsung dari lapangan).
  • Penggunaan pupuk bio-organik (yang sudah di fermentasi) dan tidak menggunakan pupuk berupa kotoran hewan yang belum difermentasi.
  • Budidaya vanili sesuai anjuran.

b. Pada kebun vanili yang belum terserang busuk batang vanili

  • Penggunaan pupuk bio-organik (yang sudah difermentasi).
  • Aplikasi biopestisida dengan interval 3-4 bulan sekali.
  • Aplikasi pupuk hayati yang mengandung mikroba pemacu pertumbuhan (Plant Growth Promoting Microorganism/ PGPM), antara lain: Bacillus, Pseudomonas flourescens, dan Trichoderma.
  • Budidaya vanili sesuai anjuran.
  • Monitoring.

c. Pada kebun yang terserang ringan

  • Sanitasi bagian tanaman yang menunjukan gejala sakit.
  • Bagian tanaman yang sakit dipotong dan luka bekas potongan dioles dengan fungisida berbahan aktif eugenol.
  • Eradikasi tanaman yang terserang berat.
  • Aplikasi pupuk bio-organik.
  • Aplikasi biopestisida.
  • Aplikasi pupuk hayati PGPM.
  • Budidaya vanili sesuai anjuran.

d. Pada kebun yang terserang berat

  • Tindakan pengendalian dianggap tidak menguntungkan karena kebun yang sudah mengandung spora istirahat Fo.sp.f. vanillae dapat bertahan selama 7 tahun dalam tanah tanpa tanaman inang.
  • Sanitasi dan eradikasi tanaman yang terserang berat.
  • Rotasi dengan tanaman jahe, bawang-bawangan, temulawak, dan sayuran selama 2-3 tahun.
  • Aplikasi pupuk hayati PGPM.

Penulis : Cucu Daniati & Cecep Subarjah
POPT Ditjen Perkebunan

Daftar Pustaka

Astuti, Y., R. Siagan, C. Daniati, dan N. Isnaini. 2021. Pengenalan dan Pengendalian OPT pada Tanaman Vanili. Direktorat Perlindungan Perkebunan . Jakarta.

Kartikawati, A. dan R. Rosman. 2018. Budidaya Vanili. Sirkuler Informasi Tanaman Rempah dan Obat. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor.

Tombe, M. and E.C.Y.Liew. 2011. Fungal Diseases of Vanilla in Vanila. Edited by E. Odoux and M. Grisoni:125-140.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan