DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Mentan Tinjau Warehouse Hilirisasi Perkebunan, B100 hingga Minyak Makan Merah Jadi Bukti Nilai Tambah Komoditas

Diposting     Sabtu, 20 Juni 2026 06:06 pm    Oleh    ditjenbun



Gorontalo – Deretan produk inovatif berbasis komoditas perkebunan menjadi perhatian Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau Warehouse Hilirisasi Perkebunan pada rangkaian Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

Mulai dari B100 berbahan baku minyak sawit, Virgin Coconut Oil (VCO), Minyak Makan Merah hingga berbagai produk pangan berbasis sawit dipamerkan sebagai bukti bahwa komoditas perkebunan Indonesia mampu memberikan nilai tambah yang lebih tinggi jika diolah di dalam negeri.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertanian dalam mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan agar tidak lagi hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan daya saing, memperkuat ketahanan pangan dan energi, sekaligus mendorong kesejahteraan pekebun.

Mentan Amran menegaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan pendapatan petani dan pekebun. Menurutnya, semakin banyak komoditas yang diolah menjadi produk turunan, semakin besar pula nilai ekonomi yang dihasilkan dan manfaat yang diterima masyarakat.

“Kita harus mengubah pola dari menjual bahan mentah menjadi menghasilkan produk bernilai tambah. Hilirisasi akan memperkuat daya saing perkebunan Indonesia, membuka lapangan kerja, meningkatkan ekspor, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi pekebun,” ujar Mentan Amran.

Di dalam warehouse, Mentan melihat langsung berbagai teknologi pengolahan hasil perkebunan yang telah dikembangkan. Salah satunya teknologi produksi B100 (biosolar) berbahan baku Crude Palm Oil (CPO) yang mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan penguatan kemandirian energi nasional.

Selain itu, ditampilkan pula teknologi produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menggunakan metode kering yang lebih efisien, menghasilkan produk berkualitas tinggi, serta lebih ramah lingkungan.

Beragam inovasi pangan juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat melihat produk seperti Minyak Makan Merah, Oleofood Sawit, Jamur Sawit, Gula Merah Sawit, hingga berbagai produk pangan berbasis sawit yang kaya vitamin A dan vitamin E. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa komoditas perkebunan mampu berkontribusi dalam penyediaan pangan bergizi sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

Warehouse Hilirisasi Perkebunan merupakan salah satu wahana Gelar Teknologi pada PENAS XVII Tahun 2026 yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di kawasan GORR David-Tony, Desa Hepu Hulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Melalui konsep warehouse, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses pengolahan berbagai komoditas perkebunan menjadi produk bernilai tambah, mulai dari tahapan produksi hingga produk akhir yang siap dipasarkan.

Penyelenggaraan warehouse merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan PT Pupuk Indonesia (Persero). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi sektor perkebunan melalui penguatan teknologi, diversifikasi produk, dan peningkatan nilai tambah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan pekebun.

Keikutsertaan Direktorat Jenderal Perkebunan dalam PENAS XVII menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam membangun sub sektor perkebunan yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui penguatan hilirisasi, komoditas perkebunan diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang semakin besar bagi pekebun Indonesia.


Bagikan Artikel Ini