DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Kementan Perkuat Antisipasi Kekeringan untuk Jaga Produktivitas Perkebunan

Diposting     Rabu, 16 September 2026 08:09 pm    Oleh    ditjenbun



Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah antisipasi menghadapi kondisi kering pada musim kemarau guna menjaga keberlanjutan produksi dan produktivitas perkebunan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sarana pengairan, pemantauan kondisi lapangan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penanganan kekeringan perlu dilakukan sejak dini dengan memastikan ketersediaan air di wilayah yang berpotensi terdampak.

“Kita harus bergerak lebih cepat sebelum kekeringan berdampak terhadap produksi. Seluruh jajaran Kementan bersama pemerintah daerah dan stakeholder lain terus melakukan mitigasi agar produksi tetap terjaga,” tegas Mentan Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kementan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus memperkuat dukungan sarana pengairan untuk membantu menjaga kegiatan budidaya tanaman perkebunan di tengah kondisi iklim yang dinamis.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan dukungan irigasi perpompaan menjadi salah satu langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah, termasuk untuk tanaman perkebunan.

“Kalau dari sisi perpompaan kami kan sudah ada bantuan yang cukup masif. Termasuk untuk tanaman perkebunan ada irigasi perpompaan sekitar seribu unit,” ujar Heru dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Heru, dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan kegiatan produksi tetap berjalan di tengah tantangan kekeringan. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman serta menjaga produktivitas kebun.

Selain memperkuat sarana pengairan, Kementan juga terus mendorong pemantauan kondisi di lapangan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

“Antisipasi kita lakukan, kita menghubungi teman-teman berwenang termasuk BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca,” kata Heru.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi kondisi kering dan menjaga keberlanjutan kegiatan budidaya. Bagi sub sektor perkebunan, penguatan mitigasi menjadi penting karena kondisi iklim dan ketersediaan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman serta produktivitas. Karena itu, dukungan sarana pengairan dan kesiapsiagaan di lapangan terus diperkuat agar pekebun tetap dapat menjalankan kegiatan budidaya secara berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kementan dalam memperkuat ketahanan sub sektor perkebunan menghadapi dinamika iklim, menjaga produktivitas, serta mendukung keberlanjutan usaha perkebunan dan aktivitas ekonomi pekebun.


Bagikan Artikel Ini