Kementan Percepat Penetapan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tebu 2026
Diposting Sabtu, 23 Mei 2026 05:05 pm
Surabaya — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mempercepat penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Program Hilirisasi Perkebunan komoditas tebu Tahun 2026. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penetapan CPCL yang digelar di Surabaya, Jumat (22/5/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencapaian target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare yang tersebar di 11 provinsi. Pemerintah menargetkan seluruh pengembangan kawasan tebu tahun 2026 dapat tercapai 100 persen dan diselesaikan pada tahun yang sama.
Percepatan dilakukan melalui sinergi antara PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), RNI, pabrik gula swasta, pemerintah daerah, hingga berbagai pihak terkait lainnya.
Selain itu, target CPCL non-SGN juga terus didorong melalui keterlibatan sejumlah pabrik gula dan perusahaan swasta. Verifikasi lahan terus dilakukan guna mempercepat penetapan CPCL sekaligus memenuhi target nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, meminta seluruh pabrik gula bergerak cepat membantu percepatan pemenuhan CPCL agar target pengembangan kawasan tebu dapat segera tercapai.
“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN, RNI maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL. Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” ujar Jamil.
Ia menambahkan, percepatan verifikasi data CPCL yang telah disampaikan kepada dinas perkebunan kabupaten/kota, provinsi, hingga BRMP perlu terus dioptimalkan agar proses penetapan dapat segera diselesaikan. Selain itu, kelengkapan dokumen terhadap SK yang telah terbit juga harus dipenuhi secara cepat dan tepat.
Dalam rapat tersebut juga dibahas optimalisasi potensi lahan untuk memenuhi sisa target CPCL, termasuk melalui identifikasi lahan milik TNI AD, TNI AL, TNI AU, Perhutani, Perhutanan Sosial, serta kawasan potensial lainnya.
Ali Jamil menegaskan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan program hilirisasi perkebunan tebu nasional.
“Sinergi dan percepatan kerja menjadi kunci. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis target pengembangan kawasan tebu dapat tercapai dan mendukung penguatan hilirisasi perkebunan nasional,” katanya.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan komoditas tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong swasembada gula nasional. Menurutnya, pemerintah terus melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir guna memperkuat sistem produksi gula nasional.
“Kita ingin Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri. Karena itu, penguatan sektor tebu terus kita dorong melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal, serta penguatan hilirisasi,” ujar Mentan Amran.
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN