DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Kementan Tancap Gas Kejar Swasembada Gula, Tanam Tebu di Tegal-Brebes

Diposting     Sabtu, 17 Oktober 2026 10:10 am    Oleh    ditjenbun



Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pengembangan kawasan tebu nasional untuk meningkatkan produksi gula dalam negeri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam tebu bersama di Kabupaten Tegal dan Brebes, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026), dengan melibatkan pemerintah daerah, mitra usaha, dan pekebun.

Di Kabupaten Tegal, penanaman dilakukan di Desa Panusupan, Kecamatan Pangkah, pada lahan seluas 2 hektare milik Susmoro, anggota KPTR Sumber Manis. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas areal pertanaman sekaligus memperkuat basis produksi tebu di daerah.

Wilayah setempat memiliki potensi pengembangan lahan tebu hingga 200 hektare. Potensi tersebut akan ditindaklanjuti melalui percepatan pendataan dan validasi calon petani dan calon lokasi (CPCL), termasuk penyelesaian administrasi melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN).

Seusai melakukan tanam, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan, pengembangan kawasan tebu harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Tidak hanya memperluas areal tanam, tetapi juga memastikan kesiapan lahan, ketersediaan benih unggul, pendampingan pekebun, serta dukungan kemitraan hingga penyerapan hasil panen.

“Pengembangan kawasan tebu tidak hanya berfokus pada kegiatan tanam, tetapi juga memastikan keberlanjutan pertanaman hingga panen. Karena itu, sinergi pemerintah, mitra usaha, dan pekebun perlu terus diperkuat agar pengembangan kawasan mampu memberikan hasil yang optimal,” ujar Heru.

Sementara itu, di Kabupaten Brebes, kegiatan tanam bersama dilaksanakan di Desa Wanacala, Kecamatan Songgom, pada lahan seluas 4 hektare milik Kelompok Tani Tipar. Penanaman ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengembangan kawasan tebu sekaligus meningkatkan kapasitas produksi di wilayah tersebut.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Pada beberapa kesempatan ia menegaskan bahwa peningkatan produksi gula dalam negeri menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan. Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan melalui optimalisasi lahan, penggunaan benih unggul, penerapan teknologi, dan peningkatan produktivitas tanaman.

Mentan Amran juga menekankan pentingnya peremajaan tebu rakyat melalui program bongkar ratoon. Tanaman tebu rakyat atau plasma membutuhkan peremajaan agar produktivitasnya meningkat. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun guna membongkar tanaman lama dan menggantinya dengan tanaman baru.

Melalui kegiatan tanam bersama di Tegal dan Brebes, diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan perluasan pertanaman tebu, serta memperkuat ketersediaan bahan baku industri gula sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional.


Bagikan Artikel Ini