DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Kementan Genjot Swasembada Gula, 5,9 Miliar Mata Benih Tebu Disiapkan pada 2026

Diposting     Selasa, 10 Maret 2026 09:03 am    Oleh    ditjenbun



Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya percepatan swasembada gula nasional melalui pengembangan tebu rakyat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyaluran bantuan benih tebu kepada para pekebun di berbagai daerah.

Sepanjang 2025, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan telah menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani. Jumlah tersebut setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare, dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. Program ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten di Indonesia.

Program penguatan benih tebu ini akan terus dilanjutkan pada 2026. Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan untuk pengembangan tebu seluas 99.547 hektare dengan total 5,9 miliar mata benih, yang akan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan komoditas tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Menurutnya, berbagai langkah perbaikan terus dilakukan mulai dari sektor hulu hingga hilir.

“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran juga menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026, seiring dengan perluasan dan optimalisasi lahan tebu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa ketersediaan benih unggul menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tebu rakyat.

“Benih merupakan fondasi utama dalam budidaya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” ujar Roni.

Roni menambahkan, Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta pekebun agar penyaluran benih dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis pengembangan tebu rakyat akan terus meningkat.

Selain memperkuat produksi gula dalam negeri, Roni juga berharap, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.


Bagikan Artikel Ini