KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Daya Tarik Kopi Luar Biasa, Pelukis Pun Kreasikan Kopi

Diposting     Senin, 14 Juni 2021 03:06 pm    Oleh    ditjenbun



Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo giat mendorong dan membangun sektor pertanian termasuk perkebunan agar lebih maju, mandiri, dan modern serta membuat orang-orang semakin cinta dan bangga terhadap komoditas maupun hasil olahan produk pertanian Indonesia khususnya dalam hal ini komoditas perkebunan. Diharapkan sinergi dan kolaborasi yang dilakukan oleh semua pihak dapat membantu petani untuk memasarkan hasil panen atau hasil olahan produk dan mampu membuka peluang yang lebih luas dalam menghubungkan petani dengan berbagai jenis usaha lainnya, salah satunya adalah komoditas kopi.

Kopi Indonesia tak hanya digandrungi oleh para penikmat kopi, namun pekerja seni pun ikut melirik dan jatuh hati untuk terus menggali potensi kopi. Salah satunya, Anang Solih (Arya Setra), Pelukis Kopi asal Bandung, biasa dikenal “lukisan kopi Arya Setra”.

“Sudah terjual dalam dan luar negeri, bahkan karya lukisan kopi pertama yang membeli adalah orang Jerman. Sampai detik ini sudah ratusan lukisan kopi yang terjual dari 2013,” ujarnya. Arya terinspirasi dan menggeluti lukis kopi sejak 2010, berawal dari unsur ketidaksengajaan, yang kemudian dikembangkan dari tahun 2013 hingga saat ini. “Awalnya dari tidak sengaja karena kopi tumpah di kanvas, yang akhirnya saya goreskan jadi lukisan. Mulai 2013 saya mengembangkan lukis pakai kopi, khususnya dari ampas/bubuk dan kopi espresso,” ujarnya saat dihubungi tim Ditjen Perkebunan (10/06/2021).

Arya menambahkan, untuk lukisan tergantung besar kecilnya media kanvas yang digunakan, kalau untuk lukis satu wajah biasa pakai kopi espresso 5-10 shot. Alasan pria asal Bandung ini menggunakan kopi karena Indonesia penghasil kopi ke-4 di dunia, jadi bahan baku sangat mudah untuk didapatkan dari Kopi Gayo sampai Wamena. “Biasanya, yang sering saya gunakan untuk melukis kopi dari Gayo, Toraja, Bengkulu dan Jawa Barat,” tambahnya.

Sejak 2020, Arya telah bergabung di komunitas perkumpulan petani dan penggiat kopi Indonesia yaitu Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), yang berlokasi di daerah Jakarta Utara (Ancol). Untuk bahan baku lukisan kopi biasanya diperoleh dari salah satu anggota ASKI. Melukis kopi tak hanya sekedar hobi tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain melukis dengan menggunakan kopi, Arya juga menjual kopi dalam bentuk kemasan Drip Bag. “Harapannya kopi Indonesia bisa menjadi kopi nomor satu di dunia baik dari segi kualitas maupun kuantitas, dan para petani kopi Indonesia bisa sejahtera,” katanya.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *