KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Peluang Ekspor Perkebunan Masih Bertahan

Diposting     Senin, 21 Desember 2020 08:12 am    Oleh    ditjenbun



Jakarta – Pandemi COVID-19 masih berdampak nyata pada seluruh aspek kehidupan perekonomian nasional bahkan dunia. Penurunan terjadi pada sejumlah sektor ekonomi. Ketika sektor yang lain mengalami penurunan atau perlambatan, sektor Pertanian justru mengalami peningkatan pada kwartal 2 dan 3 tahun 2020. Pada triwulan II PDB sektor pertanian tumbuh 16,24% dan pada triwulan III tumbuh 2,15%. Pertumbuhan sektor pertanian sekaligus membuat kontribusinya terhadap ekonomi nasional terus menguat. Hal ini terlihat dari peningkatan kontribusi pada PDB triwulan III yang makin meningkat menjadi sebesar 571,87 triliun rupiah atau 14,68%.

Salah satu penopang utama pertumbuhan positif PDB sektor pertanian kuartal lalu ialah subsektor perkebunan dengan kontribusi pada triwulan III sebesar 163,49 triliun rupiah atau 28,59%. Ini karena dorongan peningkatan permintaan komoditas perkebunan seperti kakao, karet, cengkeh dan tembakau serta peningkatan permintaan luar negeri untuk komoditas olahan kelapa sawit (CPO). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat ekspor perkebunan pada periode Januari-Oktober 2020 sebesar 359,5 Triliun Rupiah atau naik 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar 322,1 triliun. Dengan nilai sebesar tersebut, sub sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar ekspor di sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 90,92 persen. Ekspor komoditas perkebunan yang melonjak pada Januari-Oktober paling besar disumbang oleh komoditas kelapa sawit, karet, kakao, kelapa dan kopi. Ekspor perkebunan tertinggi terjadi di bulan Oktober yaitu sebesar 38,46 Triliun Rupiah dengan kenaikan sebesar 8,76 persen dari bulan sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa peluang ekspor komoditi perkebunan sebagai salah satu sumber devisa negara masih terus meningkat meskipun ditengah wabah Covid 19 yang tengah melanda dunia. Selain peningkatan ekspor, sesuai data BPS bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pertanian meningkat tajam dari 99,45 pada Juni 2020 menjadi 102,86 pada November 2020. NTP sub sektor tanaman perkebunan bahkan telah mencapai 110 pada bulan November 2020. Subsektor perkebunan pada November 2020 atau naik sebesar 2,25 persen dari Bulan Oktober. Kenaikan terutama terjadi pada kelompok kelapa sawit dan karet dimana terdapat kenaikan harga komoditas tersebut di pasar internasional.
”Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan ekspor pertanian hingga tiga kali lipat melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Khusus untuk subsektor perkebunan, Kementan akan fokus pada komoditas strategis perkebunan seperti sawit, kopi, kakao, cengkeh, jambu mete, lada, pala, dan vanili, serta dengan tetap dengan komoditas andalan ekspor yaitu kelapa sawit, karet, kelapa, teh, dan tembakau”, kata Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian dalam sambutannya pada acara Hari Perkebunan Ke-63 Tahun 2020 (10/12/2020).

Pengembangan komoditas-komoditas perkebunan strategis tersebut akan dikoordinasikan dalam kerangka program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Perkebunan (Grasida). Dalam pelaksanaannya Kementan tidak berkerja sendiri, Kementan akan merangkul berbagai pihak, termasuk BUMN dan swasta, sehingga diharapkan nantinya terbangun Korporasi petani. Petani dan pekebun harus berada dan menjadi mitra Swasta dan BUMN, sehingga petani terangkat pendapatan dan kesejahteraannya.

“Peringatan Hari Perkebunan ke-63 ini diharapkan menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah dan stakeholder perkebunan untuk menyusun strategi bersama dalam mengoptimalkan ekspor komoditi perkebunan di era revolusi industri 4.0,” katanya. Tuntutan konsumen, Lanjutnya, dalam e-commerce standar mutu dan traceability harus terukur dan mampu disajikan dalam promosi produk dan jaminan pasar, sehingga kiprah generasi millenial sangat diperlukan dalam mendukung fasilitasi e-commerce, terutama di sub sektor perkebunan. ”Kepada seluruh insan perkebunan dan stakeholder terkait di seluruh pelosok tanah air, saya mengucapkan Selamat Memperingati Hari Perkebunan, semoga cita-cita dan harapan untuk turut serta menggerakkan roda perekonomian dan upaya pemulihannya pasca pandemi covid-19 dapat segera terwujud dengan kerja keras kita bersama. Saya memberi apresiasi yang tinggi kepada seluruh insan perkebunan,” tambahnya.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *