DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Manisnya Gula Aren Organik Pacitan Tembus Pasar Eropa hingga Australia

Diposting     Ahad/Minggu, 15 Februari 2026 12:02 pm    Oleh    ditjenbun



Jakarta – Pekebun gula aren organik asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kembali menorehkan capaian membanggakan dengan berhasil menembus pasar ekspor global. Produk gula aren organik tersebut kini telah dipasarkan ke Belanda, Malaysia, dan Australia.

Pekebun yang tergabung dalam Kelompok Tani Akur X melalui badan usaha CV Temon Agro Lestari, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, mencatatkan pengiriman gula aren organik ke Belanda sebanyak 1 ton, Malaysia 10 ton, serta Australia sebesar 500 kilogram.

Sebagai informasi, Kelompok Tani Akur X merupakan kelompok binaan Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan, melalui Program Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan. Program ini mendorong pengembangan komoditas perkebunan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan daya saing dan akses pasar ekspor.

Melalui pendampingan tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan memfasilitasi berbagai dukungan, mulai dari bantuan ternak ruminansia, sarana dan prasarana pembuatan pupuk kompos, hingga pelatihan pra-sertifikasi dan fasilitasi sertifikasi organik.

Fasilitasi ini mendorong pekebun memproduksi pupuk kompos secara mandiri dan menerapkannya di lahan perkebunan. Hingga saat ini, lahan aren yang telah tersertifikasi organik mencapai 15,66 hektare dengan melibatkan 25 pekebun, serta memiliki potensi produksi sekitar 18 ton per tahun.

Manfaat sertifikasi organik pun dirasakan langsung oleh pekebun, karena memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Harga jual gula aren meningkat, dari sebelumnya Rp20.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram, atau naik Rp10.000 dibandingkan produk konvensional.

Dalam pengembangan komoditas perkebunan berorientasi ekspor, Ditjen Perkebunan terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, guna memperluas akses pasar dan mendorong hilirisasi produk perkebunan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap ekspor komoditas perkebunan, pada 13 Februari 2026 dilaksanakan pelepasan ekspor gula aren organik produksi Kelompok Tani Akur X yang difasilitasi melalui kemitraan dengan sektor swasta.

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor gula aren organik dari Pacitan menjadi bukti nyata daya saing produk perkebunan rakyat di pasar global.

“Kementerian Pertanian terus mendorong hilirisasi, sertifikasi, dan pengembangan desa ekspor agar nilai tambah dan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan melalui Program Desa Pertanian Organik telah meningkatkan kualitas, nilai jual, dan akses pasar produk gula aren. “Ke depan, Ditjen Perkebunan akan terus memperluas pembinaan agar semakin banyak pekebun yang naik kelas dan berorientasi ekspor,” katanya.


Bagikan Artikel Ini