Kementan Genjot Hilirisasi & Kawasan Kelapa 300 Ha di Wonosobo, 61 Gapoktan Terlibat
Diposting Senin, 09 Maret 2026 09:03 am
Wonosobo — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pengembangan komoditas kelapa melalui program pemberdayaan pekebun. Salah satunya melalui kegiatan percepatan penyelesaian RPATA Kelapa Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kelompok Tani (Poktan) Kalpataru, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (7/3).
Mewakili Direktur Jenderal Perkebunan, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, bersama jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pengurus dan anggota kelompok tani setempat, meninjau langsung kegiatan usaha Poktan Kalpataru yang mengolah nira kelapa menjadi gula kelapa cetak. Produk turunan kelapa ini dinilai memiliki nilai tambah ekonomi bagi pekebun sekaligus menjadi contoh hilirisasi komoditas kelapa di tingkat pekebun.
Menurut Iim Mucharam, pengembangan kawasan kelapa merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus memperkuat ekonomi pedesaan berbasis komoditas perkebunan.
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2025 pengembangan kawasan kelapa di Kabupaten Wonosobo melibatkan 61 gabungan kelompok tani (gapoktan) dengan total luas lahan mencapai 300 ha
“Pengembangan kelapa tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi di kebun, tetapi juga harus didorong hingga pengolahan hasil agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pekebun,” ujar Iim.
Lebih lanjut Iim mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari strategi Direktorat Jenderal Perkebunan untuk memperkuat sentra produksi kelapa nasional melalui pendekatan kawasan, mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil.
Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah terus mendorong penguatan sub sektor perkebunan agar mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Yang terpenting bagi saya adalah memastikan para pekebun bisa hidup lebih bahagia dan sejahtera. Dengan sinergi yang harmonis antar berbagai pihak serta komitmen yang kuat, kita dapat mendorong perekonomian pekebun agar terus berkembang. Yang perlu kita lakukan adalah membuka peluang seluas-luasnya bagi mereka untuk memperoleh keuntungan yang layak,” ujar Mentan Amran.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat mengatakan, pengembangan kawasan kelapa berbasis kelompok tani menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai komoditas kelapa nasional.
“Melalui penguatan kelembagaan pekebun, peningkatan produktivitas kebun, serta pengembangan usaha hilir seperti pengolahan nira menjadi gula kelapa, diharapkan nilai tambah komoditas dapat dinikmati langsung oleh pekebun,” ujar Roni.
Roni menambahkan, dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani, pengembangan kelapa di berbagai daerah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komoditas perkebunan.
“Kegiatan di Wonosobo ini menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah mampu langsung menyentuh petani melalui penguatan budidaya dan hilirisasi produk. Dengan upaya tersebut, komoditas kelapa tidak hanya menjadi sumber bahan baku, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ujar Roni.
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN