DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Hilirisasi Kakao Dipacu, Kementan Fokus Benih Unggul dan Regenerasi Pekebun

Diposting     Rabu, 21 Januari 2026 06:01 pm    Oleh    ditjenbun



(21/01/2026) – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan hilirisasi perkebunan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing sektor pertanian nasional. Upaya ini dilakukan agar komoditas perkebunan tidak hanya berhenti pada produksi bahan baku, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pekebun dan masyarakat.

Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyediaan benih kakao unggul oleh produsen benih terpilih dalam program penyediaan benih perkebunan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan melibatkan pekebun, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan hilirisasi harus dimulai dari hulu, salah satunya melalui penyediaan benih unggul yang berkualitas.

“Hilirisasi perkebunan merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan pekebun. Benih unggul menjadi fondasi utama agar produktivitas meningkat dan hasil perkebunan mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujar Mentan Amran.

Selain penyediaan benih, program ini juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan perkebunan modern berbasis inovasi dan teknologi. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan regenerasi pekebun yang adaptif dan berorientasi pada masa depan.

Pelaksana Tugas (plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menyampaikan bahwa percepatan penyediaan benih unggul merupakan komitmen Ditjen Perkebunan dalam memperkuat fondasi pembangunan perkebunan nasional.

“Penyediaan benih unggul yang tepat mutu dan tepat waktu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan pekebun,” katanya.


Bagikan Artikel Ini