Hari Perkebunan, 10 Desember 2009 Dengan Berbagai Kegiatan .
Diposting Ahad/Minggu, 04 Oktober 2009 12:10 pmJAKARTA-Menteri Pertanian, Kabinet Indonesia Bersatu II, Ir. H. Suswono, MMA, minta agar seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan harus mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun dan memajukan perkebunan. Demikian ditegaskan oleh Mentan pada acara silaturrahmi dan perkenalan dengan seluruh pejabat struktural dan unit kerja teknis di lingkungan Ditjen Perkebunan, Rabu (4/11) di Kantor Ditjen Perkebunan-Kantor Pusat Dep.Pertanian, Jakarta.
Lebih lanjut Mentan menjelaskan bahwa dia diberi amanah oleh Presiden R.I, Susilo Bambang Yudhoyono,sebagai Menteri Pertanian dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Untuk menjalankan amanah tersebut, dia juga telah menanda tangani kontrak kerja. Kontrak kerja ini akan dinilai dalam 100 hari, satu tahun dan lima tahunan, tambah Dirjen.
Dalam hal ini, ada 11 prioritas pembangunan nasional dalam Kabinet Indonesia Besatu II yaitu 1) Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola, 2) Pendidikan, 3) Kesehatan, 4) Penanggulangan Kemiskinan, 5) Ketahanan Pangan, 6) Infrastruktur, 7) Iklim investasi dan Iklim Usaha, 8) Energi, 9) Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana, 10) Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar & Pasca Konflik dan 11) Kebudayaan, Kreatifitas dan Inovasi Teknologi.
Pada kesempatan ini, Mentan menjelaskan bahwa visi pembangunan pertanian ke depan adalah pertanian industrial unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, ekspor dan kesejahteraan petani. Sedang misi ada 10, di antaranya mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan yang efisien, berbasis iptek dan sumberdaya lokal, serta berwawasan lingkungan melalui pendekatan sistem agribisnis.
Mentan menambahkan bahwa ada empat target suskes pertanian, yaitu: swasembada berkelanjutan, diversifikasi pangan, nilai tambah, daya saing dan ekspor, serta peningkatan kesejahteraan petani. Sedangkan target itu yang akan dicapai melalui strategi tujuh gema revitalisasi, yaitu: revitaslisasi lahan, revitaslisasi perbenihan dan perbibitan, revitaslisasi infrastruktur dan sarana; revitaslisasi sumberdaya manusia, revitaslisasi pembiayaan petani, revitaslisasi kelembagaan petani, serta revitaslisasi teknologi dan industri hilir.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Achmad Mangga Barani, menjelaskan tentang Sumber Daya Manusia Ditjen Perkebunan dan capaian sasaran pembangunan perkebunan tahun 2004-2009. Menurut Dirjen, jumlah pegawai Ditjen Perkebunan di pusat dan di UPT (Unit Pelaksana Teknis) sampai Oktober 2009 berjumlah 1.611 orang yang terdiri dari di pusat sebanyak 568 orang dan di UPT-Pusat sebanyak 1.043 orang. Semua SDM Ditjen Perkebunan ini, siap melaksanakan tugas pembangunan perkebunan sesuai dengan arahan Bapak Menteri, tegas Dirjen.
Tabel. Jumlah Pegawai Pusat dan UPT-Pusat Ditjen Perkebunan
per-Oktober 2009.
UNIT KERJA |
PENDIDIKAN |
JUMLAH |
|||||||
S3 |
S2 |
S1 |
D3/SM |
D1 |
SLTA |
SLTP |
SD |
||
KANTOR PUSAT |
3 |
113 |
152 |
31 |
4 |
233 |
14 |
18 |
568 |
UPT PUSAT |
19 |
299 |
18 |
113 |
580 |
8 |
6 |
1.043 |
|
Jumlah Total |
3 |
132 |
451 |
49 |
117 |
813 |
22 |
24 |
1.611 |
Mengenai capaian sasaran pembangunan perkebunan tahun 2004-2009 berdasarkan target dan program-program pembangunan perkebunan pada umumnya telah mencapai target, bahkan rata-rata realisasinya lebih dari 100%. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel. Target dan Realisasi Terhadap Sasaran Pembangunan Perkebunan
Tahun 2004-2006
N0 | SASARAN
SAMPAI DENGAN 2005-2009 |
2004 |
2005 |
2006 |
||||||
Target |
Realisasi |
% |
Target |
Realisasi |
% |
Target |
Realisasi |
% |
||
1 | Pertumbuhan PDB Perkebunan sebesar 10,68 % berdasarkan harga berlaku | – | – | – | 11,98 | 13,7 | – | 10,32 | 12,35 | – |
2 | Memfasilitasi penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 670.000 orang. | – | – | – | 138.000 | 144.281 | 105 | 247.580 | 338.460 | 137 |
3 | Memfasilitasi peningkatan pendapatan petani pekebun sebesar 1,500 US$/KK/2 ha | – | – | – | 1,100 | 920 | 84 | 1,350 | 1,178 | 87 |
4 | Memfasilitasi penerimaan ekspor komoditi primer sebesar 12 Milyar US$. | – | – | – | 7,50 | 10,94 | 146 | 11 | 11,29 | 103 |
5 | Memfasilitasi peningkatan produktivitas sampai 72% dari potensi produksi perkebunan. | 69 | 62,60 | 91 | 70,66 | 67,17 | 95 | |||
6 | Memfasilitasi penyediaan benih unggul bermutu sebanyak 20 komoditas (12 komoditas unggulan nasional, 8 komoditas unggulan spesifik). | – | – | – | 12 | 10 | 43 | 12 | 11 | 92 |
7 | Mendorong pencapaian swasembada gula konsumsi sebanyak 2,85 juta ton hablur. | 1,98 | 2,24 | 113 | 1,98 | 2,31 | 117 | 2,48 | 2,45 | 99 |
8 | Mendorong revitalisasi perkebunan untuk kelapa sawit seluas 781.944 ha, Karet seluas 264.162 ha dan Kakao 169.871 ha. | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
9 | Memfasilitasi pengembangan bahan baku bio-energi (jarak pagar) seluas 4.387 ha. | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 438 *) | – |
10 | Pengembangan kelapa terpadu di 20 sentra pengembangan kawasan. | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 | 0 |
Tabel. Target dan Realisasi Terhadap Sasaran Pembangunan Perkebunan Tahun 2007-2009
No |
SASARAN SAMPAI DENGAN 2005-2009 |
2007 |
2008 |
2009 |
||||||
Target |
Realisasi |
% |
Target |
Realisasi |
% |
Target |
Realisasi |
% |
||
1. |
Pertumbuhan PDB Perkebunan sebesar 10,68 % berdasarkan harga berlaku |
10,54 |
12,21 |
– |
10,68 |
14,54 |
– |
10,68 |
10,68 |
– |
2 |
Memfasilitasi penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 670.000 orang. |
409.035 |
475.000 |
116 |
542.640 |
567.150 |
105 |
670.000 |
678.870 |
101 |
3 |
Memfasilitasi peningkatan pendapatan petani pekebun sebesar 1,500 US$/KK/2 ha |
1,400 |
1,809 |
129 |
1,450 |
1,551 |
107 |
1,500 |
1,555 |
104 |
4 |
Memfasilitasi penerimaan ekspor komoditi primer sebesar 12 Milyar US$. |
11,25 |
14,64 |
130 |
11,55 |
18,85 |
163 |
12 |
18,90 |
158 |
5 |
Memfasilitasi peningkatan produktivitas sampai 72% dari potensi produksi perkebunan. |
71 |
72,03 |
101 |
71,50 |
72,99 |
102 |
72 |
73,23 |
102 |
6 |
Memfasilitasi penyediaan benih unggul bermutu sebanyak 20 komoditas (12 komoditas unggulan nasional, 8 komoditas unggulan spesifik). |
20 |
13 |
65 |
20 |
18 |
90 |
20 |
20 |
100 |
7 |
Mendorong pencapaian swasembada gula konsumsi sebanyak 2,85 juta ton hablur. |
2,66 |
2,70 |
102 |
2,74 |
2,95 |
108 |
2,85 |
3,00 |
105 |
8 |
Mendorong revitalisasi perkebunan untuk kelapa sawit seluas 781.944 ha, Karet seluas 264.162 ha dan Kakao 169.871 ha. |
288.200 109.000 39.500 |
70.504 662 371 |
24 0,6 0,9 |
400.000 60.000 54.300 |
107.477 1.246 1.020 |
27 2,1 1,9 |
388.500 60.000 54.800 |
121.791 3.062 2.161 |
31 5,1 3,9 |
9 |
Memfasilitasi pengembangan bahan baku bio-energi (jarak pagar) seluas 4.387 ha. |
3.537 |
3.823 |
108 |
4.387 |
2.285 |
52 |
4.387 |
1.729 |
39 |
10 |
Pengembangan kelapa terpadu di 20 sentra pengembangan kawasan. |
7 |
7 |
100 |
12 |
17 |
142 |
20 |
19 |
95 |
Menanggapi paparan Dirjen Perkebunan tersebut, Mentan menyampaikan terima kasih atas berbagai keberhasilan tersebut. Ke depan ujar Mentan, keberhasilan tersebut bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Untuk itu, Mentan mengharapkan kepada semua pegawai Ditjen Perkebunan agar dapat bekerja dengan disiplin, jujur dan ikhlas sehingga tujuan pembangunan perkebunan sebagai upaya kita bersama dalam mewujudkan kesejahteraan petani-pekebun dapat tercapai, tamba Mentan. Pada kesempatan ini, Dirjen Perkebunan juga menyerahkan buku yang diterbitkan oleh Ditjen Perkebunan kepada Menteri yaitu Buku Perkebunan Dalam Lintas Zaman (e&p-djbun)