Dorong Swasembada Gula, Kementan Akselerasi Tanam Tebu 2025 di Blora untuk Wujudkan Swasembada Gula
Diposting Kamis, 04 Desember 2025 02:12 pm
Blora — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mulai mengakselerasi program peningkatan produksi tebu nasional. Salah satunya dilakukan lewat kegiatan Tanam Bersama Pengembangan Kawasan Tebu 2025 yang digelar di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Rabu (3/12).
Sekretaris Ditjen Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengatakan program pengembangan tebu menjadi langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula. “Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas tebu melalui revitalisasi lahan dan penyediaan benih unggul. Ini komitmen untuk memperkuat ketahanan gula nasional,” ujar Heru di lokasi kegiatan.
Provinsi Jawa Tengah mendapatkan jatah 12.076 hektare pada program 2025, dengan Kabupaten Blora menerima target 1.072,13 hektare. Sejauh ini, pelaksanaan di Blora telah memasuki tahap distribusi benih, pengolahan lahan, dan penanaman.
Heru menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan pabrik gula agar target tanam bisa tercapai tepat waktu. “Sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pekebun menerima bantuan benih varietas Bulu Lawang (BL) yang dikenal memiliki potensi hasil tinggi, mencapai sekitar 94 ton per hektare dengan rendemen 7,51 persen.
Heru berharap produktivitas tebu di Blora dapat meningkat dan memperkuat kemitraan antara petani dan pabrik gula, termasuk PG Gendhis Multi Manis (GMM).
Selain mengejar target produksi gula nasional, program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ekonomi kawasan pedesaan.“Tujuan akhirnya adalah swasembada gula sekaligus peningkatan kesejahteraan pekebun,” tegas Heru.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan signifikan produksi gula dalam beberapa tahun mendatang. Menurutnya, pengembangan kawasan tebu harus dipercepat dan diperluas agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.
“Kita ingin Indonesia kembali menjadi negara kuat dalam produksi gula. Tebu harus diperluas, rendemen harus naik, dan petani harus sejahtera. Itu tujuan besar kita,” tegas Amran.
Ia menambahkan bahwa Kementan akan memastikan seluruh dukungan mulai dari benih unggul, pembiayaan, hingga pendampingan teknis dapat menyentuh petani secara langsung.
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN