DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Tujuan dan Sasaran Pembangunan Perkebunan.

Diposting     Senin, 03 Juni 2013 10:06 am    Oleh    ditjenbun



Tujuan Pembangunan Perkebunan

Untuk dapat mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional dan tujuan pembangunan pertanian, tujuan pembangunan perkebunan ditetapkan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan produksi, produktivitas, mutu, nilai tambah dan daya saing perkebunan;
  2. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat perkebunan;
  3. Meningkatkan penerimaan dan devisa negara dari subsektor perkebunan;
  4. Mendukung penyediaan pangan di wilayah perkebunan;
  5. Memenuhi kebutuhan konsumsi dan meningkatkan penyediaan bahan baku indutri dalam negeri;
  6. Mendukung pengembangan bio-energi melalui peningkatkan peran subsektor perkebunan sebagai penyedia bahan bakar nabati;
  7. Mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya secara arif dan berkelanjutan serta mendorong pengembangan wilayah;
  8. Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia perkebunan;
  9. Meningkatkan peran subsektor perkebunan sebagai penyedia lapangan kerja;
  10. Meningkatkan pelayanan organisasi yang berkualitas.

Sasaran Pembangunan Perkebunan

  1. Pertumbuhan PDB, Perkebunan 11,41 %  (berdasarkan harga berlaku) dan harga konstan 3,14%
  2. Keterlibatan tenaga kerja petani perkebunan  20,9 juta orang.
  3. Peningkatan Pendapatan Pekebun menjadi US$1.780/KK/Thn/2 ha
  4. Nilai Tukar Petani  (NTP)  108,20
  5. Penerimaan ekspor US $ 51,99 milyar
  6. Kebutuhan inventasi perkebunan 62,9 triliun bersumber dari APBN 1,773 triliun (2,82%) dan sumber lain seperti APBD, perbankan dan swadaya masyarakat senilai 61,127 triliun (97,18%)

Bagikan Artikel Ini  

Arah Kebijakan Pembangunan Perkebunan.

Diposting        Oleh    ditjenbun



Dengan memperhatikan arah kebijakan nasional dan pembangunan pertanian periode 2010-2014, dalam menjalankan tugas pelaksanaan pembangunan perkebunan di Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan merumuskan kebijakan yang akan menjadi kerangka pembangunan perkebunan periode 2010-2014 yang dibedakan menjadi kebijakan umum dan kebijakan teknis pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014. Kebijakan umum pembangunan perkebunan adalah: Mensinergikan seluruh sumberdaya perkebunan dalam rangka peningkatan daya saing usaha perkebunan, nilai tambah, produktivitas dan mutu produk perkebunan melalui partisipasi aktif masyarakat perkebunan, dan penerapan organisasi modern yang berlandaskan kepada ilmu pengetahuan dan teknologi serta didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik.

Adapun kebijakan teknis pembangunan perkebunan yang merupakan penjabaran dari kebijakan umum pembangunan perkebunan adalah: Meningkatkan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan melalui pengembangan komoditas, SDM, kelembagaan dan kemitraan usaha, investasi usaha perkebunan sesuai kaidah pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup dengan dukungan pengembangan sistem informasi manajemen perkebunan.


Bagikan Artikel Ini  

Strategi Umum Untuk mencapai sasaran, mewujudkan visi, misi dan tujuan, serta mengimplementasikan kebijakan pembangunan perkebunan selama periode 2010-2014, strategi pembangunan pertanian Tahun 2010-2014 yang dikenal dengan Tujuh Gema Revitalisasi menjadi strategi umum pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014. Komponen tujuh gema revitalisasi dan penjelasannya secara garis besar adalah sebagai berikut : Revitalisasi lahan Revitalisasi perbenihan Revitalisasi infrasruktur dan sarana Revitalisasi sumberdaya manusia Revitalisasi pembiayaan petani Revitalisasi kelembagaan petani Revitalisasi teknologi dan industri hilir Strategi khusus Strategi umum pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014 merupakan strategi yang mengacu pada target utama pembangunan pertanian sehingga sifatnya masih sektoral. Agar lebih sesuai dengan karakteristik khusus sub sektor perkebunan, strategi umum dimaksud diformulasikan ke dalam strategi khusus sebagai berikut: Strategi peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan Strategi pengembangan komoditas Strategi peningkatan dukungan terhadap sistem ketahanan pangan Strategi investasi usaha perkebunan Strategi pengembangan sistem informasi manajemen perkebunan Strategi pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha Strategi pengembangan dukungan terhadap pengelolaan SDA dan lingkunan hidup

Diposting        Oleh    ditjenbun



Strategi Umum

Untuk mencapai sasaran, mewujudkan visi, misi dan tujuan, serta mengimplementasikan kebijakan pembangunan perkebunan selama periode 2010-2014, strategi pembangunan pertanian Tahun 2010-2014 yang dikenal dengan Tujuh Gema Revitalisasi menjadi strategi umum pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014. Komponen tujuh gema revitalisasi dan penjelasannya secara garis besar adalah sebagai berikut :

  1. Revitalisasi lahan
  2. Revitalisasi perbenihan
  3. Revitalisasi infrasruktur dan sarana
  4. Revitalisasi sumberdaya manusia
  5. Revitalisasi pembiayaan petani
  6. Revitalisasi kelembagaan petani
  7. Revitalisasi teknologi dan industri hilir

Strategi khusus

Strategi umum pembangunan perkebunan Tahun 2010-2014 merupakan strategi yang mengacu pada target utama pembangunan pertanian sehingga sifatnya masih sektoral. Agar lebih sesuai dengan karakteristik khusus sub sektor perkebunan, strategi umum dimaksud diformulasikan ke dalam strategi khusus sebagai berikut:

  1. Strategi peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan
  2. Strategi pengembangan komoditas
  3. Strategi peningkatan dukungan terhadap sistem ketahanan pangan
  4. Strategi investasi usaha perkebunan
  5. Strategi pengembangan sistem informasi manajemen perkebunan
  6. Strategi pengembangan kelembagaan dan kemitraan usaha
  7. Strategi pengembangan dukungan terhadap pengelolaan SDA dan lingkunan hidup

Bagikan Artikel Ini  

Program, Kegiatan dan Fokus Kegiatan Pembangunan Perkebunan.

Diposting        Oleh    ditjenbun



Program Pembangunan Perkebunan

Berdasarkan hasil restrukturisasi program dan kegiatan sesuai surat edaran bersama Menteri Keuangan No.SE-1848/MK/2009 dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas No.0142/M.PPN/06/2009 tanggal 19 Juni 2009, setiap unit Eselon I mempunyai satu program yang mencerminkan nama Eselon I yang bersangkutan dan setiap unit Eselon II hanya mempunyai dan tanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian indikator kinerja unit Eselon I adalah outcome dan indikator kinerja unit Eselon II adalah output.

Berdasarkan restrukturisasi tersebut ditetapkan bahwa program pembangunan perkebunan Tahun 2010 – 2014 adalah: “Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan”.

Program ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan melalui rehabilitasi, intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi yang didukung oleh penyediaan benih bermutu, sarana produksi,  perlindungan perkebunan dan penanganan gangguan usaha secara optimal.

Dari 127 komoditas binaan Ditjen Perkebunan, prioritas penanganan difokuskan pada 15 komoditas strategis yang menjadi unggulan nasional yaitu karet, kelapa sawit, kelapa, kakao, kopi, lada, jambu mete, teh, cengkeh,  jarak pagar,  kemiri sunan, tebu, kapas, tembakau, dan nilam.  Sedangkan Pemda didorong untuk memfasilitasi dan melakukan pembinaan komoditas spesifik dan potensial di wilayahnya masing-masing.

Kegiatan Pembangunan Perkebunan Tahun 2013

Sebagai penjabaran dari program, masing-masing unit eselon II lingkup Ditjen. Perkebunan mempunyai satu kegiatan. Dengan demikian di lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan terdapat sembilan kegiatan pembangunan perkebunan, yaitu:

  1. Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim;
  2. Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman rempah dan penyegar;
  3. Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman tahunan;
  4. Dukungan penanganan pascapanen dan pembinaan usaha;
  5. Dukungan perlindungan perkebunan;
  6. Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya;
  7. Dukungan pengujian, pengawasan mutu benih dan penerapan teknologi proteksi tanaman perkebunan BBP2TP Medan; Surabaya dan Ambon

 Fokus Kegiatan Utama  Pembangunan Perkebunan   2013

  1. Revitalisasi perkebunan
  2. Swasembada gula nasional
  3. Penyediaan bahan tanaman sumber BBN/Bio-energi
  4. Gerakan peningkatan produksi dan mutu kakao nasional
  5. Pengembangan komoditas ekspor
  6. Pengembangan komoditas pemenuhan konsumsi dalam  negeri
  7. Dukungan pengembangan tanaman perkebunan berkelanjutan

Bagikan Artikel Ini