KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

PELEPASAN EKSPOR KOPI DAN CENGKEH DALAM RANGKA HARI PERKEBUNAN KE-62

Diposting     Selasa, 10 Desember 2019 01:12 pm    Oleh    ditjenbun



PRESS RELEASE MENTERI PERTANIAN

PADA

KEGIATAN PELEPASAN EKSPOR KOPI DAN CENGKEH DALAM RANGKA HARI PERKEBUNAN KE-62

Gudang PT. Asal Jaya Gempol, Kabupaten Pasuruan, 10 Desember 2019

Kontribusi komoditas perkebunan sebagai penyumbang penerimaan negara dari sektor non migas sangat besar apalagi turut berkontribusi positif dalam penopang neraca perdagangan komoditas pertanian. Data BPS tahun 2018 menunjukkan komoditas perkebunan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar Rp 489,25 Triliun, dengan nilai ekspor mencapai 27,9 milyar USD atau Rp 402,6 Triliun. Selain itu berkontribusi sebesar 97,4% dari sisi volume terhadap total volume ekspor komoditas pertanian tahun 2018 dan berkontribusi sebesar 96,9% dari sisi nilai terhadap total nilai ekspor komoditas pertanian tahun 2018.

Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Pertanian nomor 19 tahun 2019 tentang Pengembangan Ekspor Komoditas Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan mendapat amanat untuk mengakselerasi peningkatan produksi dan daya saing komoditas perkebunan di pasar internasional melalui ekspor dan kegiatan promosi, salahsatunya di provinsi Jawa Timur. PT. Asal Jaya merupakan salah satu eksportir komoditas perkebunan seperti kopi, kakao dan cengkeh di Jawa Timur, yang sudah menjalankan bisnis ekspor ke 48 negara di Kawasan Eropa, Asia, Amerika, Afrika dan Timur Tengah. PT. Asal Jaya didirikan tahun 1967 dengan nama UD. Asal Jaya, pada tahun 1993 menjadi CV. Asal Jaya dan berkembang bisnisnya tahun 2003 menjadi PT. Asal Jaya. Perusahaan memperkerjakan 473 orang dan telah memperoleh sertifikat ISO 9001: 2008 dalam hal Processing & Trading of Coffee Beans, Cocoa & Cloves.

Pada acara simbolis pelepasan ekspor ini akan di kirimkan total volume ekspor komoditas kopi dan cengkeh sebesar 449,6 ton (total 24 container) dengan total nilai ekspor US$ 1.006.712 atau sekitar Rp 14,09 milyar. Kopi didapatkan dari Poktan binaan di Kabupaten Malang, sedangkan cengkeh dari poktan di daerah Ambon, Maluku dengan rincian:

  1. Untuk kopi sebesar 382,8 ton (20 container) dengan nilai ekspor US$ 646.252 (Rp 9,05 milyar) dan Negara tujuan Mesir, Inggris, Italy, Jepang.
  2. Untuk cengkeh sebesar 66,8 ton (4 container) dengan Nilai ekspor US$ 360.460 (Rp 5,05 milyar) dan Negara tujuan Pakistan dan India.

Selain itu, dalam minggu pertama Bulan Desember 2019 Kementerian Pertanian telah melakukan ekspor produk perkebunan sebanyak 35.078 Ton, dengan negara tujuan hingga ke wilayah Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika. Adapun selama ini Direktorat Jenderal Perkebunan telah memfasilitasi kegiatan yang menunjang peningkatan ekspor antara lain melalui kegiatan peningkatan produksi dan hilirisasi yaitu penyediaan benih dan sarana produksi lainnya, sarana pascapanen/ pengolahan, bimtek budidaya (GAP), mutu dan sertifikasi, capacity building pelaku ekspor, akses pasar dan fasilitasi promosi produk perkebunan baik di pasar dalam negeri dan luar negeri.

Kegiatan pelepasan ekspor ini juga akan dihadiri Bupati Pasuruan, Balai Besar Karantina Surabaya, GAEKI, GPEI, Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jawa Timur beserta jajarannya, Kepala Dinas Tan. Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Pejabat eselon 2, 3 dan 4 lingkup Ditjen. Perkebunan, Muspida setempat, petani kopi dan cengkeh serta PPL yang bermitra dengan perusahaan dan pelaku usaha/stakeholder terkait lainnya.

 


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *