KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Kementan : Petani Karet Terus Mengolah Bokar Dan Tegar Meski Kondisi Sukar

Diposting     Rabu, 06 Mei 2020 05:05 am    Oleh    ditjenbun



Kalsel – Petani karet tetap tegar di tengah kondisi prihatin yang menerpa komoditas karet terutama semenjak terjadinya wabah COVID-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir.

Harga bahan olah karet (BOKAR) terus mengalami penurunan. Penurunan harga yang terjadi berkisar antara Rp. 3000 – 3.500/Kg. Sebelum COVID-19 melanda harga bokar di tingkat petani dengan Harga jual BOKAR ditentukan oleh Kandungan Kadar Karer Kering (K3). BOKAR dg K3 50% berkisar antara Rp. 8.000 – Rp. 8.500, kini harga bokar di tingkat petani yg umumnya bergabung dalam kelembagaan Unit Pengolahan & Pemasaran Bokar (UPPB) hanya berkisar antara Rp. 5000 – Rp. 5.500/kg. BOKAR yang dihasilkan petani karet non UPPB yg jauh K3 dibawah 50% bisa lebih rendah lagi.

Harga bokar dengan K3 di atas 60% saat ini berada pada harga Rp. 10.500. Turunnya harga bokar petani disebabkan adanya pandemik covid 19 pabrik crumb rubber membatasi pembelian bokar, yang disebabkan penjualan bokar ke luar negeri mengalami penurunan sehingga gudang-gudang pada umumnya telah penuh dengan stok bokar yang mengendap dan belum bisa dijual.

Dampak dari wabah covid-19 tersebut turut menimpa pekebun karet yang ada di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, namun petani bokar tetap tegar.

“Di tengah kondisi yang menghimpit petani ini, UPPB masih tetap bergerak untuk mengembangkan bokar petani, masih tetap eksis dan konsiten membeli bokar petani,” kata Kasdi Subagyono Direktur Jenderal Perkebunan.

Salah satunya, Lanjut Kasdi, yaitu UPPB Karya Tani yang ada di Desa Kebun Raya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.
UPPB ini didirikan pada 29 September 2014, dan sampai dengan saat ini tetap eksis mengembangkan pemasaran bokar petani ke pabrik crumb rubber. UPPB telah ter-registrasi dengan nomor STR-UPPB: 16-05-1114-0001 dan SKT Nomor: 00-11-01/00443/V/2016. Dimana UPPB ini diketuai oleh Agus Kharison.

Di tengah kondisi pandemik COVID-19 ini Agus menyatakan bahwa dirinya dan pengurus UPPB Karya Tani tetap semangat dan tidak putus asa untuk dapat memasarkan bokar anggotanya. “Kami tetap semangat, meski harga turun, namun bokar harus tetap dibeli oleh UPPB dan dijual ke pabrik crumb rubber agar petani bisa tetap meyadap karetnya”, ujar Agus Kharison ketua UPPB Karya Tani Desa Kebun Raya ketika dihubungi via telepon oleh Ditjen Perkebunan melalui Direktorat PPH Perkebunan pada saat melakukan monitoring/pengawalan (01/05/2020).

Penyetoran bokar ke pabrik crumb rubber tidak hanya sebatas pabrik di Kalimantan Selatan, namun hingga ke Kalimantan Tengah. “Pokoknya kami akan kejar dimana ada pabrik crumb rubber yang bisa menampung bokar kami”, tambahnya.

Seperti minggu lalu, Lanjut Agus, kami mengirimkan bokar sampai ke Kalimantan Tengah, ke pabrik crumb rubber PT. KAHAYAN BERSERI. “Kami mengirimkan sendiri dengan tetap mengindahkan himbauan pemerintah untuk COVID -19 dengan memakai masker dan juga melakukan social dan fisical distancing,” katanya.

Sebagaimana diketahui bahwa Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu sentra karet di Indonesia. Jumlah luas areal karet yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019 seluas 191.885 Ha dengan produksi sebanyak 10.467 Ton, sedangkan jumlah UPPB yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sebanyak 133 UPPB.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *