KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Pengendalian Opt Tanaman Karet Di Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat

Diposting     Jumat, 03 Desember 2021 02:12 pm    Oleh    ditjenbun



Kegiatan pengendalian OPT tanaman karet dilaksanakan di Desa Beruas, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat pada bulan Oktober – November 2021. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Kelompok Tani Sempana dengan didampingi Petugas Pengamat dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat, serta dibawah pengawasan langsung oleh Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung.

Gambar 1. Kunjungan ke kelompok tani karet di Kabupaten Bangka Barat.

Kelompok Tani Sempana beranggotakan 25 orang petani, dengan ketua KT yaitu Bapak Jazuli. Luas kebun petani masing-masing 1 hektar Tanaman karet yang ditanam adalah klon PB 260 serta kombinasi antara GT1 okulasi PB 260. Umur tanaman sekitar 10 tahun , dan populasi tanaman 400 pohon per hektar.

Gambar 2. Kondisi kebun karet KT Sempana

Pengendalian OPT Tanaman Karet fokus terhadap Serangan OPT gugur daun karet (GDK) Pestalotiopsis sp. Pengendalian terhadap serangan penyakit tersebut dilakukan dengan cara penyemprotan dengan fungisida yang berbahan aktif heksakonazol. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan pengamatan dalam tiga interval yaitu pada tanggal  28 Oktober, 4 November, dan 11 November, dengan tujuan untuk mengetahui kondisi serangan GDK Pestalotiopsis sp. Pengamatan dilakukan oleh petani dengan didampingi oleh petugas lapangan dari dinas pertanian dan pangan kabupaten Bangka Barat.

Gambar 3. Gejala penyakit Gugur Daun Karet (GDK) di kebun petani KT Sempana

Salah satu usaha untuk meningkatkan kesehatan tanaman dan peningkatan daya tahan tanaman terhadap serangan GDK Pestalotiopsis sp. yaitu melalui pemberian pupuk secara berimbang. Pemupukan merupakan kegiatan memberikan sejumlah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman yang lebih sehat umumnya lebih tahan terhadap serangan GDK Pestalotiopsis sp. Menurut Gumayanti & Suwarto, 2016, pupuk yang disarankan untuk tanaman karet yaitu jenis pupuk tunggal, dan majemuk khusus tanaman karet (terdiri dari 18% unsur N, 6% unsur P, 16% unsur K, 4% unsur CaO, 2% unsur MgO, dan 1% unsur TE (Cu+Zn)).

Setelah dilakukan diskusi, ditemukan bahwa hanya ada beberapa kebun milik petani yang diberi pupuk NPK atau pupuk kandang, selama 2 kali aplikasi per tahun. Selain itu, saat dilakukan kunjungan, ditemukan bahwa kebun karet milik petani sanitasi nya tidak cukup baik dilihat dari banyaknya sisa-sisa dedaunan gugur yang terinfeksi spora jamur. Padahal sanitasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sebagai pencegahan penyakit GDK disamping penggunaan klon tahan penyakit (Febbiyanti & Fairuza, 2020).

Untuk itu saran yang dapat diberikan kepada kelompok tani sempana adalah melakukan sanitasi kebun dengan cara pemusnahan sisa-sisa dedaunan yang dapat menjadi sumber penularan penyakit, serta pemupukan pada tanaman karet. Selain itu pendampingan dan monitoring yang intensif dari pemandu lapang sangat dibutuhkan agar pengendalian penyakit GDK dapat dikendalikan dengan baik.

 

DAFTAR PUSTAKA

Puslit Karet PT RPN. 2020. Epidemi dan Pengendalian Penyakit Gugur Daun Pestalotiopsis Pada Tanaman Karet (Presentasi Makalah). Diakses dari https://www.puslitkaret.co.id/berita/webinar-pestalotiopsis-2020/

Febbiyanti, T.R. & Z. Fairuza. 2020. Identifikasi Penyebab Kejadian Luar Biasa Penyakit Gugur Daun Karet di Indonesia. Jurnal Penelitian Karet, 37 (2) : 193 – 206.

Gumayanti, F. & Suwarto. 2016. Pemupukan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Menghasilkan di Kebun Sembawa, Sumatera Selatan. Buletin Agrohorti 4(2) : 233-240.

Penulis: Annisa Balqis, Rony Novianto, Andi Asjayani.

 


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *