KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Penerapan Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Cengkeh di Kabupaten Toli Toli Provinsi Sulawesi Tengah

Diposting     Rabu, 29 Desember 2021 11:12 am    Oleh    ditjenbun



Kabupaten Toli Toli merupakan salah satu sentra tanaman cengkeh di Sulawesi Tengah. Berdasarkan laporan triwulan I yang dilaporkan ke pusat pada tahun 2021 tanaman cengkeh di Kabupaten Toli Toli seluas 25.285 Ha dari sekitar 33.233 Ha keseluruhan luas tanaman cengkeh di Provinsi Sulawesi Tengah. OPT yang banyak menyerang tanaman cengkeh di Toli Toli adalah penggerek batang dan cabang (Notopheus sp.) seluas 5.312 Ha. Serta penyakit Die Back seluas 309 Ha. Pada tahun 2021 di Provinsi Sulawesi Tengah dialokasikan kegiatan penerapan pengendalian OPT tanaman cengkeh di Kabupaten Toli toli seluas 50 Ha dilaksanakan di Kelompok Tani Padaidi dan Kelompok Tani Buana di Desa Lelean Nono Kecamatan Baolan.

Kegiatan PPHT pada Kelompok Tani Buana telah dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, yaitu melaksanakan pembuatan pupuk kompos dan sedang dilakukan pertemuan pembuatan APH Beauveria bassiana pada media jagung. Untuk Kelompok Tani Padaidi sudah mencapai pertemuan yang ke 3 dan sudah melakukan pembuatan Metabolit Sekunder Agens Pengendali Hayati (MS APH) B. bassiana, dan pupuk kompos yang dipandu oleh petugas lapang.

Tanaman cengkeh di Kab. Toli Toli sudah ditanam sejak sekitar tahun 1975. Umumnya tanaman cengkeh ditanam bukit/ kebun dengan kepemilikan sekitar 1-2 Ha setiap KK. Harga cengkeh saat ini sekitar 85.000 rupiah/kg, harga ini berangsur angsur naik dari harga yang stabil di 60 ribu/kg selanjunya 70 ribu/kg dan saat ini 85 ribu /kg. Hal ini disebabkan karena pasokan cengkeh berkurang. Kondisi tanaman cengkeh di Desa Lelean Nono Kecamatan Baolan, Kabupaten Toli-toli dijumpai banyak tanaman cengkeh yang terserang Penggerek batang Nothopeus sp

.

Untuk pengendalian tanaman cengkeh yang terserang hama penggerek batang/cabang dilakukan dengan pemanfaatan penggunakan MS-APH jamur B. Bassiana dan Jamur Trichoderma sp. yang aplikasinya dicampurkan dalam satu larutan menggunakan infus batang atau infus akar. Disamping itu digunakan pupuk organik/kompos/bokashi karena selain untuk menyuburkan tanaman juga untuk menghindari padatnya tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

Minimnya pengetahuan petani untuk mengendalikan OPT dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kebun serta pemupukan menggunakan kompos, mendorong pemandu lapang untuk melakukan pendampingan secara intensif kepada petani dalam mengelola kebunnya.

Petani sangat antusias dengan kegiatan penerapan pengendalian hama terpadu OPT tanaman cengkeh dengan menggunakan bahan-bahan yang ada disekitar kebun dan diharapkan produksi cengkeh semakin meningkat. Kehadiran petugas lapangan sangat diperlukan untuk mendampingi petani dalam mengelola kebun serta kegiatan lain yang berkaitan dengan pengendalian OPT.

 

Penulis : Cecep Subarjah dan Romauli Siagian


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *