KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Kementan Kembangkan Pasar Kelor/Moringa Indonesia Hingga Pasar Dunia

Diposting     Jumat, 04 Februari 2022 07:02 pm    Oleh    ditjenbun



BALI – Seiring dengan semakin meluasnya informasi potensi manfaat kelor bagi kesehatan sebagai terapi pengobatan penyakit degenerative termasuk dalam membantu meningkatkan imunitas terhadap Covid-19 serta meningkatnya kebutuhan luar negeri untuk ekspor, mendorong Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bekerjasama dengan Asosiasi Beyond Moringa Indonesia (ABMI) mengadakan FGD dan Bussiness Matching Pengembangan Pasar Moringa Indonesia pada tanggal 3-4 Februari 2022 di Bali.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan berpesan, “Adanya pandemi wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor. Pertanian tidak berhenti dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional serta meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik, dimana sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.”

Adapun wilayah sentra pengembangan kelor di Indonesia sebagian besar berada di provinsi NTT, NTB, Bali, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian lagi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Papua Barat. Saat ini pengembangan kelor yang menjadi tanaman binaan Ditjen. Perkebunan melalui Keputusan Menteri Pertanian nomor 591.1 tahun 2020 telah mulai dilakukan 3 tahun terakhir dalam bentuk pengembangan untuk produksi, pascapanen, standarisasi mutu sampai ke pemasaran.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kelor Indonesia secara nasional dan global terkait potensi produksi, kualitas dan manfaatnya bagi kesehatan. Melalui tematik “Kelor Indonesia: Dari Budaya Lokal Menuju Bisnis Global” (Moringa Indonesia: From Local Culture to Global Business) diharapkan akan memperluas cakupan pasar kelor di perdagangan Internasional sehingga dapat menjadi salah satu komoditas unggulan penyumbang devisa negara,” demikian disampaikan Dedi Junaedi, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian dalam sambutannya pada acara FGD dan Business Matching Pengembangan Pasar Moringa Indonesia di Bali (03/02).

Dedi menambahkan, Tentunya tujuan akhir adalah bagaimana budidaya kelor di Indonesia dapat meningkatkan taraf perekonomian petani dan penggiat usahanya.


Bagikan Artikel Ini