KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Hps Ke-41 Panen Serentak, Bukti Sektor Pertanian Mampu Bertahan Dikala Pandemi

Diposting     Rabu, 27 Oktober 2021 03:10 pm    Oleh    ditjenbun



Cirebon – Ditengah masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama 2 tahun ini, terbukti pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan ekspor produk pertanian menunjukkan kinerja yang membanggakan. Kementerian Pertanian tak pantang menyerah, secara konsisten terus mendorong dan berupaya menciptakan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern serta berinovasi melakukan terobosan-terobasan strategi pembangunan sektor pertanian.

Sebagai bentuk mengapresiasi kerjakeras dan memotivasi para petani serta pelaku usaha pertanian terkait, yang telah giat dan terus berupaya mendorong dan mengembangkan sektor pertanian, maka telah diselenggarakan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41. “Saya mengajak semua pihak untuk lebih bersemangat dalam menghadapi tantangan kedepan. Saya juga ingin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih semua pihak dan petani yang telah berjuang untuk mempersiapkan pangan,” demikian disampaikan Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian, pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41 di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10).

Mentan Syahrul, menghimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Kontribusi tersebut tak hanya untuk lingkup daerah atau nasional, tapi juga dunia. “HPS ini bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara dan tatakelola (manajemen) hulu-hilir pertanian dan perilaku insan pertanian yang sesuai dengan tantangan era,” ujar Syahrul.

Pada rangkaian acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41, salah satunya terdapat kegiatan panen serentak komoditas pertanian termasuk komoditas perkebunan, dialog Mentan dengan petani dan dinas melalui virtual, pemberian penghargaan kepada petani berprestasi serta menampilkan produk-produk hasil olahan komoditas pertanian di mini stand pameran HPS. Untuk lokasi tanam dan panen dilaksanakan serentak di 34 Provinsi, sebanyak 83 lokasi tanam dan panen, berupa komoditas padi, jagung, sorgum, kedelai, kacang tanah, melon, cabai, pisang,nanas, bawang merah, brokoli, tomat, bunga, kelapa sawit dan kopi. Dimana pada 41 titik lokasi turut hadir ulama /tokoh agama di masing-masing provinsi.

Untuk panen komoditas perkebunan, khususnya dilaksanakan Panen Kelapa Sawit pada Kab. Musi Banyu Asin Provinsi Sumatera Selatan seluas 734,49 Ha, dan Panen Kelapa Sawit pada Kab. Rokan Hulu, Provinsi Riau seluas 857 ha, serta Lokasi panen kopi arabika pada Kab. Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan seluas 1 ha.

Pada acara HPS tersebut, Mentan turut memberikan bantuan, salah satunya komoditas perkebunan, berupa benih kopi arabika kepada Kelompok Tani Palita, Dusun Dante Kala’ciri, Desa Potokullin, Kec. Buntu Batu Kab. Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan.

Anwar, selaku Ketua Kelompok Tani Palita, Dusun Dante Kala’ciri, Desa Potokullin, Kec. Buntu Batu, melaksanakan panen kopi arabika bertepatan dengan peringatan HPS ke 41, berterimakasih atas bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian. “Terimakasih atas bantuan Kementerian Pertanian dan atas kesempatannya, kelompok tani kami bisa ikut terlibat memeriahkan peringatan HPS ke 41 dengan melakukan panen kopi ini. Kedepannya kami mohon dukungan bantuan benih kopi, semoga hasil produksi maupun produktivitas kopi kami semakin berkualitas dan bermutu daya saing,” ujar Anwar saat melakukan panen kopi pada peringatan HPS Ke-41 secara virtual.

Pada kesempatan yang sama, Muslimin Bando, Bupati Enrekang saat menghadiri panen kopi secara virtual menyampaikan bahwa, Pada peringatan HPS ke 41 ini telah dilaksanakan panen Kopi di Desa Potokullin, Kec. Buntu Batu, seluas 1 ha, milik kelompok tani Palita. Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kerjakeras para petani dalam mengembangkan kopi arabika ini.

Sedangkan dilokasi panen lainnya, Beni Hernedi, Plt Bupati Musi Banyuasin, saat melakukan panen kelapa sawit secara virtual, menyampaikan bahwa lokasi panen kelapa sawit pada Kab. Musi Banyuasin, di Koperasi Produsen Kelapa Sawit (KPKS) Suka Makmur, Desa Sukadamai Baru, Kec. Sungai Lilin dengan luas panen seluas 734,49 Ha. “Produksi saat ini telah mencapai 7,4 ribu ton dengan Produktivitas rata-rata sebanyak 10 ton/ha di umur tanaman 45 bulan atau 3,75 tahun. Ini menunjukan produktivitas tersebut diatas standar produksi kelapa sawit sebesar 4 ton/ha/tahun diumur 36 bulan atau 3 tahun,” ujarnya.

Beni Hernedi menambahkan, Kebun ini telah berproduksi dengan baik, melalui pendanaan BPDPKS yang dipadu dengan dana KUR. “Ini merupakan upaya peremajaan yang dilakukan secara swadaya petani dan menjadi salah satu pasokan bahan baku pabrik IVO. Diperkirakan pada usia 10 tahun dapat mencapai produktivitas sebanyak 34 ton/ha/tahun pada tahun 2028,” tambahnya.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab. Rokan Hulu, Lokasi panen dilaksanakan pada KUD Bangkit Usaha Makmur, Desa Bencah Kesuma, Kec. Kabun, dimana luas panen 857 ha. Produksi saat ini telah mencapai 2,8 ribu ton dengan produktivitas rata-rata sebanyak 3,3 ton/ha di umur tanaman 34 bulan atau 2,8 tahun. Ini menunjukan produktivitas berpotensi diatas standar produksi kelapa sawit sebesar 4 ton/ha/tahun diumur 36 bulan atau 3 tahun. “Kebun kelapa sawit ini telah berproduksi dengan baik dan merupakan upaya peremajaan yang dilakukan secara swadaya petani dan telah mengembangkan tanaman tumpang sari dengan baik yaitu jagung, ubi, pisang, kacang panjang dan lainnya,” ujarnya.

Dalam salah satu sambutannya mewakili Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Ciptaningsih, Wakil Bupati Cirebon menyampaikan, “Terimakasih kepada Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Barat, para petani dan seluruh stakeholder yang telah memajukan sektor pertanian khususnya Kab Cirebon. Mari kita terus tingkatkan pembangunan pertanian agar bertambah maju, semoga usaha tani yang dilakukan selalu sukses dan lebih maju sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Secara virtual pada peringatan HPS ke-41, Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Rajendra Aryal, turut menyampaikan, bahwa Hari Pangan Sedunia diperingati untuk kedua kalinya selama pandemi Covid-19, di berbagai belahan dunia pandemi ini telah membahayakan akses masyarakat ke pangan dan mempengaruhi seluruh sistem pertanian pangan. Tema global HPS tahun ini merupakan tindakan kita adalah masa depan kita, untuk produksi, nutrisi, lingkungan dan kehidupan yang lebih baik (four betters).

“Ini menyoroti pentingnya sistem pertanian pangan yang berkelanjutan untuk dunia yang lebih tangguh mengantisipasi tantangan di masa depan. Pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya luar biasa untuk mengatasi dampak negatif pandemi terhadap mata pencaharian masyarakat. Ketahanan Indonesia di sektor pertanian ditunjukkan dengan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat meskipun ekonomi melambat akibat pandemi COVID-19. Capaian ini tercermin dalam tema nasional tahun ini yaitu Pertanian meningkat, Pangan cukup di tengah krisis dan pandemi global,” ujarnya.

Sistem pertanian dan pangan mempekerjakan 1 miliar orang di seluruh dunia, lebih banyak dari sektor ekonomi lainnya. FAO, IFAD dan WFP mendukung pemerintah dalam transformasi sistem pertanian dan pangan dari produksi hingga pemrosesan dan penjualan untuk mengidentifikasi bagaimana inovasi dalam kebijakan dan institusi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung untuk sistem pangan yang berkelanjutan. Kita membutuhkan tindakan kolektif dan bersama untuk mengubah sistem pertanian pangan kita. FAO bekerjasama untuk melakukan perubahan pada sistem pertanian di Indonesia. (dap)


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *