KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Bukti Kegigihan Geluti Kopi Sejak Dini, Menuai Sukses Hingga Kini

Diposting     Jumat, 08 Oktober 2021 04:10 pm    Oleh    ditjenbun



JAKARTA – Kementerian Pertanian kian serius mendorong generasi milenial membangun pertanian dengan berwirausaha dari sektor pertanian. Salah satunya, Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian menyelenggarakan Kegiatan TIK-Talk (Tani Inspiratif Kekinian Talkshow) dengan tema Pertanian itu Keren, pada tanggal 1 Oktober 2021 di Ruang Selasar Lantai I Gedung PIA Kanpus Kementan.

Pada kegiatan tersebut terdapat 3 topik utama antara lain Manajer kopi Malabar membahas tentang cara keren memasarkan hasil pertanian, Influencer/CEO @ternaq.indonesia membahas tentang bisnis pertanian keren pilihan selebriti, sedangkan Founder S3 Farm membahas tentang usaha keren sayuran hidroponik. Saat sesi Kopi Malabar, Tiara Dwi Rahayu selaku Manajer Kopi Malabar menyampaikan kisah perjuangannya menggeluti usaha kopi. Berawal dari orangtuanya yang semula berprofesi petani sayuran, ia dikenalkan budidaya kopi dan diajak tanam kopi sejak kelas 3 SD oleh sang ayah.

Menurutnya, pada tahun 2008, kopi belum setenar sekarang, ia mulai mengenal dan terjun belajar tentang pengolahan dan budidaya kopi bermula dari kunjungan turis ke daerahnya, dan hingga kini komitmen menekuni pengembangan kopi terus berlanjut, dan berhasil melakukan ekspor pertama kali pada tahun 2009 ke negara Kuwait kurang lebih sebanyak 6 ton. “Saya mengenal dan belajar tentang kopi sejak kelas 3 SD dengan kebun kopi seluas 1 ha, dengan 1 ha kopi ini bisa membiayai sekolah hingga kuliah, dan memenuhi kebutuhan hidup kami,” ujar Tiara.

Kopi malabar ada 4 proses, Lanjut Tiara, paling favorit di kopi malabar yaitu dry hull, cita rasanya masih masuk ke lidah semua orang. “Di Indonesia, penyebaran Kopi Malabar ini semakin meluas, sudah cukup banyak, sedangkan untuk pasar luar telah menjangkau Singapura, Taiwan, Jepang, dan direncanakan akan coba tembus negara Eropa yaitu London,” lanjutnya. Dalam menggeluti bidang kopi ini, Tiara menghadapi berbagai tantangan, salah satunya ketika fase perubahan dari kebun sayur ke kopi, di tahun 2002 orangtuanya mengolah atau mengembangkan kopi tentunya tidaklah mudah, sangat kompleks, namun ia dan keluarganya terus giat mencoba selama 2 tahun, walau menemui kegagalan tak mematahkan semangatnya.

Menurutnya, Titik terang muncul di tahun 2004 berhasil mendapatkan benih kopi yang bagus dari daerah Medan, dan bisnis kopinya semakin membaik hingga kini. “Terjun bisnis kopi ini harus siapkan mental, berani rugi, aktif mencari peluang pasar, dan ketika menghadapi kegagalan harus bangkit, fokus usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan sebisa mungkin bermanfaat bagi sekitarnya,” ujarnya lagi.

Pada saat acara masih berlangsung, ketika ditanya apa arti kopi bagi Tiara, ia menyampaikan bahwa Kopi itu berkualitas, orang yang minum kopi, orang yang menghargai kopi, orang yang mengerti bagaimana proses kopi hingga bisa dikonsumsi masyarakat adalah orang yang berkualitas, karena kopi tidak mudah diolah, semua diperhatikan baik-baik dari saat dikebun, pengolahan, tempat penyimpanan, kualitas sampai packagingnya turut diperhatikan.

“Untuk mendapatkan kualitas kopi yang baik tidak mudah karena pernah ditemui kopi banyak yang palsu atau asalan ada yang dicampur dengan jagung dan bahan campuran lainnya yang bisa merusak rasa dan kualitas kopi. Lalu bagaimana jaga kualitasnya, kami berkoordinasi dengan tim yang mengurus kebun, pengolahan dan sortasi, kami sangat memperhatikan baik tanaman yang dikebun dirawat dengan baik, pengolahannya di sortasi milih biji yang baik dan mana yang kurang baik, double sortasi maupun tempat penyimpanan juga turut diperhatikan, seperti kelembaban dan sirkulasi harus baik dan bersih karena akan mempengaruhi kualitas kopi,” kata Tiara di saat sesi diskusi.

Kopi aman untuk penyakit maag ? Tiara menyampaikan bahwa kalau kopi yang asli dan diolah dengan baik tidak akan menyebabkan maag, namun apabila kopi dicampur dengan bahan lain justru bisa menyebabkan maag atau penyakit lainnya. Selain itu, Kopi Malabar juga menyelenggarakan sharing dengan para petani baik bagaimana cara budidaya kopi maupun pengolahan kopi yang baik, serta mengenalkan kebun kopi yang berkualitas dan turut memberikan benih berkualitas. (dap)

 

 


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *