KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Balsam Pala Fakfak: Inovasi Produk Pala Tomandin Bernilai Tambah

Diposting     Jumat, 12 November 2021 09:11 am    Oleh    ditjenbun



Satu lagi produk pala bernilai tambah dikembangkan dikabupaten Fakfak, provinsi Papua Barat dari hasil inovasi penelitian Balittro Bogor yang bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, PT. Mahkota Dewa dan Program Ekonomi Hijau Papua (Green Economic Growth). Balsam Pala Fakfak adalah sebuah brand dari balsam yang diproduksi oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) Kampung Brongkendik, Kabupaten Fakfak. Balsam ini dibuat dengan bahan utama lemak pala ditambah dengan beberapa tanaman herbal lainnya. Pengembangan produk ini dilakukan oleh PT. Mahkotadewa, salah satu pelaku usaha yang bergerak di bidang peracikan obat herbal dan jamu.

Pada tanggal 11 November 2021 diadakan kegiatan launching pengiriman perdana Balsam Pala Fakfak yang diproduksi BUMKam Tanggekahwang, Kampung Brongkendik kepada buyer yang merupakan perusahaan farmasi dari Bandung, PT. Kembang Christapharma sebesar 10.000 pot atau senilai Rp. 250 juta. Acara yang diadakan di Kampung Brongkendik ini dihadiri oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si; Bupati Fakfak, Untung Tamsil; Wabup fakfak, Yohana Dina Hindom; Kepala Bappeda Fakfak; Sekda FakFak; Forkopimda; KemenDes-PDT; Kementerian Pertanian (Ditjen. Perkebunan dan Balai Karantina Sorong); BPOM wilayah Manokwari; DJBC wilayah Fakfak, Kaimana, Bintuni; Bank Papua; Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebuna Prov. Papua Barat; Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak dan stakeholder lainnya.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Rahim Fatamasya, M.Si menyampaikan suatu kebanggaan bagi Kabupaten Fakfak karena baru perdana produk turunan dari buah pala tomandin fakfak dapat dijual ke luar kota fak-fak dengan nilai yang cukup besar. Kami berharap dengan kedatangan Pak Gubernur ini dapat memacu rekan-rekan BUMKam untuk terus bekerja giat dalam memproduksi Balsam Pala ini, dan berharap hal ini dapat berkelanjutan, karena pasarnya sudah ada, dan tentu akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Direktur PT. Kembang Christapharma Bandung, Didi Novian mengatakan sangat bangga dengan hasil capaian produksi BUMKam Tanggekahwang ini. Hasil inovasi produk pala menjadi Balsam Pala Fakfak ini sangat luar biasa dan saya rela jauh-jauh dari Bandung untuk tinggal di rumah Kepala Kampung Brongkendik, menikmati budaya masyarakat, mengamati proses produksi hingga melihat semangat dari para petani dalam mengolah pala menjadi Balsam. Tentunya ini pembelian 10.000 pot ini masih awalan, pasar Balsam Pala Fakfak ini sudah menjangkau Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya hingga Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, kedepan akan saya coba memperkenalkan pasar ekspor ke Vietnam. Saya berharap kontinuitas produksi dan mutu terus dapat dipertahankan oleh BUMKam Tanggekahwang.

Bupati Fakfak dalam sambutannya menyampaikan bahwa buah pala adalah lambang daerah Fakfak karena kabupaten fakfak sangat potensi untuk budidaya pala. Adapun luasan lahan pala di kabupaten Fakfak adalah sekitar 18.000 hektar yang tersebar di 15 distrik dari 17 distrik yang ada. Pemda Fakfak akan terus memberikan perhatian dalam pengembangan pala ini disetiap dusun-dusun pala dan kampung-kampung pala yang ada di 15 distrik. Pala fakfak mempunyai nilai sejarah yang berharga dari zaman pendudukan Belanda dahulu, melalui budaya dari turun temurun masyarakat fakfak dalam budidaya dan pengolahan pala ini saya harapkan akan terus berkembang dalam mensejahterakan masyarakat aseli fakfak. APBD akan terus mensupport pengembangan pala, khususnya bagaimana inovasi lahir dengan produk-produk bernilai tambah seperti Balsam Pala ini. Dengan Visi “FakFak Tersenyum”, kami berharap kolaborasi dan integrase dari semua pemangku kepentingan di Pusat dan Daerah untuk memajukan dan mengembangan Pala Tomandin FakFak yang sudah bersertifikat Indikasi Geografis. Doakan kami sedang dalam proses menyusun Perda terkait Pengakuan, Penghargaan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat dengan tujuan agar budaya-budaya masyarakat Fakfak ini seperti budaya menanam dan produksi Pala dapat lebih dihargai.

Hal senada diungkapkan Gubernur Papua Barat dalam sambutan dan arahan pembukaan bahwa saya sangat bangga dan mengapresiasi hasil kerja keras BUMKam Tenggekahwang ini Bersama dengan Dukungan Pemda Fakfak, pelaku usaha dan program Green Economic Growth. Tentunya saya harapkan tidak hanya pasar Nasional yang kita tuju, juga agar Balsam Pala bisa tembus pasar Internasional kedepannya.

Fakfak sebagai kota Pala di tanah papua ini punya potensi SDA yang melimpah, tinggal bagaimana kita manfaatkan dan kelola Bersama-sama untuk kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan. Sekarang masyarakat Fakfak sudah punya harapan, sudah ada pasar yang mau membeli produk Balsam Pala, tentunya nanti diproduksi BUMKam ini tidak hanya Balsam, ada produk lain seperti kerupuk pala, jus atau minuman pala, manisan pala, sirup pala dan produk lain-lain yang memiliki nilai tambah. Juga saya mengharapkan Mari yang muda-muda, putra putri aseli Fakfak yang sekolah di Jawa bisa pulang secepetnya ke daerah nya, ke kampung nya, Bersama-sama membangun ekonomi fakfak agar terus tumbuh dan berdaya saing.

Melalui Hari Jadi Kota Fakfak ke 121 tahun ini, sebagai kota tertua ke2 setelah Manokwari, saya harapka sinergitas semua pihak terutama dari Kementerian di pusat dalam melahirkan program-program dan kegiatan yang membangun pemberdayaan masyarakat Papua Barat khususnya Fakfak. Terakhir saya sampaikan terimakasih atas perjuangan dan kontribusi dari semua pihak hingga terlaksananya acara ini, pentingnya 3 K yaitu Kualitas, Kuantinitas dan Kontinuitas harus selalu diperhatikan masyarakat dalam produksi dan pemasaran produk Balsam Pala.

Ditempat terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir. Dedi Junaedi, M.Sc manyampaikan selamat dan apresiasi yang tinggi atas kesuksesan kegiatan pelepasan perdana pembelian produk Balsam Pala Fakfak yang diproduksi BUMKAM Tenggekahwang. Dengan adanya buyer dari PT. Kembang Christapharma Bandung sangat diharapkaj kontinuitas pasar nya, juga menjangkau pasar internasional. Ditjen. Perkebunan siap support dan mendukung penuh dalam pengembangan pala dan produksi produk pala bernilai tambah di kabupaten Fakfak.

Semoga hilirisasi Pala Fakfak semakin meningkat, segera tembus expor olahan pala Fakfak (Myristica argentea) yang karakteristiknya berbeda dengan pala Siau, Sulawesi Utara (Myristica fragrans). Terakhir saya mengharapkan peran dari para pemuda milenial dalam memproduksi Balsam Pala Fakfak ini karena sudah waktunya anak-anak muda berkontribusi dalam Industri dan Hilirisasi komoditas Perkebunan termasuk Pala. BUMKAM ini harus menjadi sebuah etalase industri kampung yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Dedi Junaedi, menambahkan bahwa dalam hal ini peran Ditjenbun salah satunya, antara lain tentunya memfasilitasi petani dalam pengembangan pala khususnya fasilitasi alat pascapanen, pengolahan, sarana produksi benih, pupuk dan akses pasar, serta juga mendorong penerapan SNI mutu pala.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *