KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Aplikasi Pengendalian OPT PBKo dengan Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana.

Diposting     Rabu, 22 Desember 2021 11:12 am    Oleh    ditjenbun



Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Ferr.) atau biasa disebut PBKo termasuk ke dalam ordo Coleoptera, dengan morfologi tubuh berwarna hitam kecokelatan dan mengkilap. Hama PBKo menyerang buah kopi yang masih hijau, merah, maupun yang sudah kering hitam. Gejala serangan berupa bekas lubang gerekan pada buah kopi.

Akibat gerekan tersebut biji kopi menjadi berlubang sehingga menurunkan mutu kopi. Kerusakan yang ditimbulkan dapat menurunkan produksi sebesar 10-40% (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2019).

Salah satu alternatif pengendalian hama PBKo adalah pengendalian secara hayati. Pengendalian secara hayati dapat dilakukan dengan penggunaan agensia pengendali hayati seperti cendawan entomopatogen. Keberhasilan pemanfaatan cendawan entomopatogen sebagai agen pengendali hayati hama di lapangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Paling tidak ada tiga faktor yang mempengarui keberhasilan tersebut di antaranya yaitu patogen, inang, dan lingkungan (Irianti et al., 2001). Penggunaan cendawan entomopatogen yang terbukti efektif untuk mengendalikan PBKo yaitu cendawan Beauveria

 bassiana (Bals.) Vuill.

Cendawan ini sejak lama diketahui memiliki potensi sebagai agensia hayati yang dapat mengendalikan populasi serangga. Saat ini pemanfaatannya semakin luas, lebih dari 100 spesies hama sasaran meliputi beberapa ordo termasuk Coleoptera, Homoptera, Diptera, Lepidopera, dan Hymenoptera. Selain itu B. bassiana aman bagi serangga bukan sasaran, terutama serangga berguna dan musuh alami (Soetopo & Iriani, 2007).

Cara kerja B.bassiana yaitu spora masuk ke tubuh serangga inang melalui kulit, saluran pencernaan, spirakel dan lubang lainnya. Selain itu akan berkecambah dan kemudian masuk menembus kutikula tubuh serangga. Penembusan dilakukan secara mekanis dan atau kimiawi dengan mengeluarkan enzim atau toksin. Cendawan ini selanjutnya akan mengeluarkan racun beauverin yang membuat kerusakan jaringan tubuh serangga (Soetopo & Iriani, 2007). Setelah itu, miselia jamur akan tumbuh ke seluruh bagian tubuh serangga. Serangga yang terserang jamur B. bassiana akan mati dengan tubuh mengeras dan tertutup benang-benang hifa berwarna putih. Serangga yang telah terinfeksi selanjutnya akan mengkontaminasi lingkungan demikian juga serangga lainnya.

Inokulum B. bassiana dapat diperoleh dari H.hampei yang terinfeksi oleh jamur B. bassiana. Selanjutnya cendawan pada serangga tersebut diisolasi dan ditumbuhkan pada media PDA (Gambar 4), kemudian dibiakkan dan diperbanyak di laboratorium.  Jamur yang telah dimurnikan selanjutnya ditumbuhkan selama 2 minggu hingga media tertutupi penuh oleh koloni jamur. Kebutuhan untuk 1 Ha kebun kopi yaitu 2,5 kg media biakan B. bassiana sebanyak 3 kali aplikasi per musim panen (Marleni, 2013).

Salah satu contoh aplikasi metode pengendalian Hama PBKo dengan cendawan B. bassiana (Bb) telah dilakukan oleh petani kopi di Lampung Barat. Dengan bimbingan oleh petugas lapang setempat, teknik pengendalian yang dilakukan oleh petani yaitu dengan cara memetik buah masak pertama yang terserang, dikumpulkan, dicampur dengan Bb, dan dibiarkan selama satu malam. Hama PBKo tersebut akan keluar dan dilepas sehingga dapat menularkan infeksi Bb kepada kumbang lain di kebun. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petani kopi di Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat pada tanggal 18 November 2021 metode ini dapat menekan serangan PBKo sebesar 15% pada triwulan 1 dan 2 tahun 2021.

 

DAFTAR PUSTAKA

Irianti, T. P. A., F.X. Wagiman dan M. Toekido. 2001. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Patogenitas Beauveria bassiana terhadap Bubuk Buah Kopi (Hypothenemus hampei). J. Argosains 14(3):285-296.

Johnson, A. et.al. Draft Guide to Identification of Coffee Berry borer from similar bark beetles in Papua New Guinea. dikutip dari https://www.ambrosiasymbiosis.org/wp-content/uploads/2016/08/Identification_of_CBB_from_similar_beetles_v0p1_.html, diakses pada 7 Desember 2021.

Anonim. Pengendalian PBKo Pada Tanaman Kopi Secara Alami. dikutip dari  https://tanilink.com/bacaberita/151/pengendalian-pbko-pada-tanaman-kopi-secara-alami/, diakses pada 7 Desember 2021.

Raya, Y.A. Uji Patogenisitas Jamur Beauveria Bassiana yang Diisolasi dari Hypothenemus hampei Pada Sitophilus oryzae di Tingkat Laboratorium. dikutip dari https://123dok.com/document/lq5pmjgy-patogenisitas-beauveria-bassiana-diisolasi-hypothenemus-sitophilus-tingkat-laboratorium.html, diakses pada 7 Desember 2021.

Soetopo, D. & Iriani, I. .2007. Status Teknologi dan Prospek Beauveria bassiana Untuk Pengendalian Serangga Hama Tanaman Perkebunan Yang Ramah Lingkungan. Perspektif. Vol.6 (1), : 29 – 46

Marleni, N. 2013. Efikasi Jamur Beauveria bassiana Pada Penggerek Buah Kopi Dari Sumber Jaya. (Skripsi). Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung. 46 hlm.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2019. Penggerek Buah Kopi (PBKo). https://sinta.ditjenbun.pertanian.go.id/penggerek-buah-kopi-pbko/, diakses pada 10 Desember 2021.


Bagikan Artikel Ini