KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

WORKSHOP STATISTIK KAKAO TAHUN 2020

Diposting     Kamis, 16 Januari 2020 11:01 am    Oleh    ditjenbun



Bogor (14/1), Dalam rangka penyampaian informasi dan teknik pengumpulan data statistik untuk komoditas kakao. Ditjen Perkebunan menyelenggarakan Workshop Statistik Kakao pada hari Selasa, 14 Januari 2020 di Hotel Grand Savero Bogor.

Wokshop dibuka oleh Sekretaris Ditjen Perkebunan dihadiri oleh sejumlah narasumber yaitu Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan, Kepala Pusdatin Setjen Kementan, Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Deputi Bidang Statistik Produksi – Badan Pusat Statistik, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Ditjen Industri Agro – Kementerian Perindustrian serta Director of the Economics and Statistics Division – ICCO.

Peserta workshop Perwakilan dari Biro Kerjasama Luar Negeri Setjen Kementan, Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar Ditjen Perkebunan, Direktorat Perlindungan Perkebunan Ditjen Perkebunan, Kepala Bagian Lingkup Sekretariat Ditjen Perkebunan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Puslit Koka, Dewan Kakao Indonesia, Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO), Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), dan Asosiasi Pengusaha Industri Kakao dan Coklat Indonesia (APIKCI).

Antarjo Dikin – Sekretaris Ditjen Perkebunan, dalam sambutannya sekaligus membuka workshop tersebut, menjelaskan bahwa statisitik data perkebunan bukanlah hal yang mudah, karena luas wilayah Indonesia dari Sabang – Merauke serta keanekaragaman komoditi. Oleh karena itu melalui workshop ini diharapkan kita akan memperoleh pengetahuan, bagaimana kita menyusun data statistik perkebunan. Berapa luasan, produktivitas dan lain-lain.”Banyak keuntungan yang akan kita peroleh dengan pengumpulan data yang valid karena saat ini kebutuhan akan data statistik sangatlah tinggi dan penting”, kata Antarjo.

Untuk memperoleh data luas areal komoditas, Antarjo mengungkapkan lebih lanjut, Ditjen perkebunan telah bekerja sama dengan lembaga penelitian untuk menggunakan citra satelit. Hal ini mengingat perkebunan kakao di Indonesia tidak hanya didominasi oleh tanaman kakao saja namun juga tumpang sari dengan tanaman lainnya sehingga kesulitan untuk mendapatkan image yang jelas”, ungkap Antarjo.

Dalam 5 tahun kedepan Kementerian Pertanian telah menetapkan target utama untuk meningkatkan ekspor 3 kali lipat salah satunya komoditas kakao yaitu peningkatan produksi sebesar 7% sampai tahun 2024. Hal tersebut tidaklah mudah, dikarenakan banyak tanaman kakao yang tua. Oleh karenanya, terkait dengan data statistik kakao, Indonesia perlu memiliki metode tersendiri yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Indonesia. Selain itu, kita harus memikirkan bagaimana cara kita untuk meningkatkan produksi tersebut. “Dengan adanya organisasi kakao pada saat ini, diharapkan dapat membantu memberikan informasi terkait permasalahan dan kendala yang menghambat ekspor kakao Indonesia”, kata Antarjo.  (NS/Humas Ditjenbun)


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *