KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Tanaman Pala Juga Bisa Kena Kanker

Diposting     Kamis, 10 Juni 2021 10:06 am    Oleh    ditjenbun



Saat mengunjungi kebun pala di Minahasa Utara, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu, ditemukan adanya penyakit kanker batang/stem canker. Pohon yang terserang masih terlihat sehat. Pohon masih tegak, kulit batang masih utuh dan masih berdaun. Tidak tampak berbeda dengan pohon – pohon di sekitarnya. Namun petugas perkebunan yang berkunjung ke kebun tersebut menunjuk salah satu pohon yang terdapat bagian yang berwarna hitam pada batangnya. Petugas kemudian meminta agar bagian yang berwarna hitam tersebut dikerok, dan benar saja ketika kulit batang terbuka bagian tersebut mengeluarkan cairan berwarna merah. Cairan tersebut keluar terus menerus, sehingga batang menjadi berwarna kemerahan. Pengerokan dilanjutkan di sekitar kerikan pertama, dan ternyata penyakit tersebut telah menjalar. Setiap dikerok batang mengeluarkan cairan berwarna merah. Tak hanya itu, di bagian dalam batang yang telah melapuk dan agak mencekung, ternyata telah didiami oleh hama kutu. Cairan merah yang keluar dari batang tersebut merupakan gejala khas penyakit kanker.

Penyakit kanker pada tanaman perkebunan biasanya menyerang batang, sehingga sering disebut kanker batang. Penyakit kanker batang yang menyerang pala disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora. Tanaman inang lainnya yang juga dapat terserang penyakit kanker batang oleh P. palmivora yaitu kakao. Jamur          P. palmivora pada tanaman pala selain menyebabkan penyakit kanker batang juga menyebabkan penyakit busuk akar. Penyakit dapat disebarkan melalui percikan air hujan atau alat pertanian yang terkontaminasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah menjadi sumber inokulum utama.

Karena patogen dapat menyebabkan dua penyakit sekaligus, maka pengendalian sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk penyakit kanker batang. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pengamatan rutin terutama pada saat musim hujan.
  • Hindari perlukaan pada batang.
  • Mengupas kulit batang yang terkena kanker batang kemudian mengolesi dengan pasta arang tempurung kelapa yang mengandung karbon aktif (karena mampu menyerap dan mengikat cairan yang keluar dari batang).
  • Pada lahan bekas tanaman terserang dapat ditanami lagi dengan aplikasi kompos dan Trichoderma perbandingan 20:1 sebanyak 6 kg/ lubang.
  • Aplikasi ulangan pada tanaman pala umur 2 tahun dan 4 tahun sebanyak 6 kg/pohon.
  • Aplikasi Metabolit Sekunder Agens Pengendali Hayati (MS APH) Trichoderma konsentrasi 5-10 ml/liter air, dosis 600-800 ml infus akar sehat (untuk 4 akar sehat @ 150-200 ml) diulang 3-5 kali, interval 1 minggu.
  • Penggunaan mulsa organik untuk meningkatkan keanekaragaman mikroorganisme tanah.
  • Pembuatan parit isolasi untuk mencegah penularan penyakit dari tanaman sakit ke tanaman sehat. Lebar 0,5, dalam 1,5 meter (TM), untuk TBM lebar 0,5 m, dalam 1 meter.
  • Apabila infeksi sudah melingkari batang, tanaman tersebut dipotong atau dibongkar.

Penulis : Cucu Daniati, S.P., M.P.

POPT Ditjen Perkebunan

DAFTAR PUSTAKA

Akrofi, A.Y. 2016. Phytophthora stem canker of cocoa. Plantwise.

Direktorat Perlindungan Perkebunan. 2018. Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) Utama pada Pala. Kementerian Pertanian. Jakarta.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *