KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Sosialisasi Inpres No.6 Tahun 2019: Menuju Perdagangan Minyak Sawit Berkelanjutan

Diposting     Selasa, 25 Februari 2020 04:02 pm    Oleh    ditjenbun



Pemerintah Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan The Center For Internasional Forestry Research (CIFOR) menyelenggarakan Lokakarya Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Sosialisasi Inpres No 6 Tahun 2019 Menuju Perdagangan Minyak Sawit Berkelanjutan pada hari Rabu, 19 Februari 2020 bertempat di Swiss-belhotel Manokwari.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Papua Barat, Dinas PUPR Prov. Papua Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Papua Barat, Institut Pertanian Bogor (IPB), CIFOR dan PT. Henrison Inti Persada Sorong Sebagai Perusahaan Sawit di Papua Barat yang telah mendapatkan sertifikat ISPO.

Gubernur Papua Barat dalam sambutannya mengatakan pada tgl 19 Oktober 2015 lalu, Papua Barat telah mendeklarasikan komitmen untuk bertransformasi menjadi Provinsi Konservasi yang pertama di Indonesia dan pada bulan Oktober 2018 di Manokwari dalam forum International Conference on Biodiversity, Ecotourism, and Creative Economy (ICBE) telah dinyatakan Deklarasi Manokwari yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan berbasis wilayah Adat sehingga kegiatan ini dapat memberikan gambaran dalam membangun perkebunan kelapa sawit di Papua Barat secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan semua aspek dan kaidah dalam pemanfaatan ruang untuk kepentingan konservasi dan yang paling penting ialah pembangunan perkebunan kelapa sawit dapat mensejahterakan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, 29 Instansi Pemerintah Vertikal dan Daerah terkait penerbitan Perijinan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit tingkat Provinsi dan Kabupaten, 5 Perwakilan Akademisi, 18 Perwakilan Perusahaan Sawit, Asosiasi Petani Sawit tingkat Provinsi, 31 Perwakilan Mitra Pembangunan dan LSM diantaranya Yayasan Econusa, CIFOR, WWF, IDH, WRI, DAEMETER, Conservation Internasional, The Asia Foundation (TAF) dan Greenpeace Indonesia.

Sumber : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *