KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

KEMENTAN : Literasi Modern Penting Dalam Mendukung Pertanian Mandiri Maju dan Modern

Diposting     Jumat, 06 Maret 2020 10:03 am    Oleh    ditjenbun



BOGOR – Sektor pertanian Indonesia memiliki peranan penting bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Museum Tanah dan Pertanian sebagai saksi sejarah perjalanan panjang penelitian tanah dan pertanian di Indonesia dan perkembangan pertanian Indonesia dari dulu dan kini, menuju pertanian masa depan. Museum ini akan membantu menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya pertanian Indonesia. “Museum ini diharapkan mempunyai peran penting dalam membangkitkan semangat dan kepedulian generasi muda terhadap pembangunan pertanian di Indonesia. Untuk itu, saya berharap Museum ini dapat terus dikembangkan dan dilengkapi, dengan mengacu pada berbagai referensi dan perkembangan permuseuman yang berskala internasional.  Saya yakin museum ini juga dapat menjadi icon tujuan wisata budaya dan edukasi pertanian di Kota Bogor,” kata Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian pada acara Grand Launching Museum Tanah dan Pertanian dengan tema “Bertolak Dari Masa Lalu, Menapak Ke Masa Depan” (Connecting the Past to the Future).

Museum Tanah dan Pertanian dikukuhkan sebagai salah satu cagar budaya di kota bogor. Museum tersebut merupakan salah satu yang terpilih dari 40 bangunan bersejarah yang ada di kota Bogor. Syahrul Yasin Limpo menambahkan, Sebagai wujud keseriusan pemerintah untuk ikut menjaga warisan budaya terutama sejarah perkembangan penelitian tanah dan perkembangan pertanian di Indonesia, Kementerian pertanian telah menerbitkan Permentan Nomor 47/2019 tentang pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Tanah dan Pertanian, yang diharapkan nantinya museum ini dapat dikelola dengan lebih baik dan professional. “Selain meresmikan UPT Museum Tanah dan Pertanian, kita juga harus berbangga, karena Kementerian Pertanian juga telah menerbitkan Buku Sejarah Pertanian Indonesia. Buku Sejarah Pertanian Indonesia yang merupakan salah satu wujud besarnya perhatian Kementerian Pertanian terhadap generasi penerus bangsa Indonesia untuk mengetahui arti penting perjalanan pertanian dari pra sejarah, kini dan masa depan sehingga semakin membangkitkan rasa cinta terhadpa pertanian,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Mentan turut melakukan Launching Virtual Literasi Room pada 3 Maret 2020 lalu di Museum Tanah dan Pertanian. “Literasi modern sangat penting dalam mendukung pertanian yang mandiri maju dan modern,” katanya. “Literasi merupakan kunci transformasi yang akan menjadi ujung tombak dalam menyebarkan sebuah informasi, teknologi saat ini semakin meningkat sehingga literasi dapat dilakukan secara online. Virtual literacy dapat mempertemukan seluruh stakeholder seperti peneliti, penyuluh, petani, dan pelaku usaha melalui video conference. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh stakeholder terkait serta masyarakat umum, di tempatkan di 4 titik yaitu di Perpustakaan Pertanian, Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) serta di Museum Tanah dan Pertanian,” kata Retno Sri Hartati Mulyandari, Kepala PUSTAKA.

Retno menambahkan bahwa, Virtual literasi memanfaatkan jaringan dan infrastruktur yang sudah ada, sebagai upaya penyebaran informasi langsung kepada penyuluh dan petani. “Library comes to you, diharapkan virtual literacy dapat mendukung konsep pertanian maju, mandiri dan modern yang pada akhirnya dapat menyejahterakan petani. PUSTAKA hadir sebagai jembatan antara Petani dan Kementerian Pertanian untuk menyebarluaskan teknologi Pertanian,” tambahnya.

Acara Grand Launching Museum Tanah dan Pertanian turut dimeriahkan dengan acara Tani On Stage (TOS), yang bekerjasama dengan Biro Humas dan Informasi Publik. Adapun narasumbernya antara lain empat Agripreneur Muda (milenial) yang didaulat menjadi inspirator generasi muda yaitu Riza Azyumarridha Azra (Pendiri Start Up Rumah Mocaf), M. Khudori (Pemilik CV. Horti Agro Makro Potatoes/CHAMP), Jatu Barmawati (Komisioner PT Ayo Niaga Internasional), serta Attila Majidi (Pemilik Bisnis “Kopi Pak Datuak”).

Talkshow berjalan dengan seru, dimana pengunjung museum bisa menyerap ilmu, tips atau kiat-kiat serta terinspirasi untuk menjadi Agripreneur Milenial di bidang pertanian. Khusus terkait komoditas perkebunan, salah satu narasumber menyampaikan bahwa, “Cerita kopi itu panjang untuk sampai kedalam cangkir yang kita seduh. Kopi itu melalui banyak proses, dari budidaya, pengolahan, dan seterusnya, hingga kemudian diulik lagi oleh barista menjadi beragam suguhan kopi. Saya mengajak dan memotivasi serta membina petani-petani. Saat ini saya membina lebih dari 110 petani, alhamdulillah dalam 1.5 tahun muncul 15 pelaku usaha dan kemudian berdiri tempat-tempat edukasi kopi di Solok Selatan,” kata Attila Majidi owner kopi Pak Datuak, pada acara Tani On Stage di salah satu rangkaian acara Grand Launching Museum Tanah dan Pertanian. Attila Majidi mendirikan Teras Kopi Pak Datuak pada tahun 2018, yang merupakan tempat hangout dan edukasi kopi Solok Selatan. Pengunjung bisa menikmati suguhan makanan, Teh Liki, dan beragam seduhan kopi

Riza Azyumarridha Azra, Pendiri Start Up Rumah Mocaf, turut menyampaikan bahwa ketika kita akan melakukan suatu usaha, sebaiknya berdasarkan minat kita, passion atau hobby kita sehingga kita senang melakukannya, dan melakukan analisa situasi. Khudori, Pemilik CV. Horti Agro Makro Potatoes/CHAMP, menambahkan, “Kalau sudah memiliki minat dan niat harus segera memulai. Karena bisnis tidak dipikirkan tetapi dimulai,” tambahnya.

“Kita mau berbisnis atau usaha apa di bidang pertanian? Kita perlu mencari peluang dan melihat pasar. Perlu menganalisa dan melihat permasalahan yang ada, untuk melihat peluang pasar atau untuk menentukan akan menjual apa. Petani milenial harus sudah tahu ingin tanam apa, dengan melihat peluang pasar yang ada, jelas target pasarnya siapa, dan mengetahui kisaran harga pasar komoditas tersebut. Selain itu, kita juga perlu mengemas dan mem-branding komoditas pertanian atau packaging produk yang ingin kita jual,” kata Jatu Barmawati, Komisioner PT Ayo Niaga Internasional.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *