KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

GELIAT EKSPOR KARET SUMSEL TEMBUS EROPA & AMERIKA

Diposting     Senin, 14 Oktober 2019 01:10 pm    Oleh    ditjenbun



JAKARTA – Ekspor karet Indonesia mulai menunjukkan eksistensi kembali setelah beberapa pekan ditunjukkan dengan fluktuasi harga. Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu Kawasan pengembangan karet nasional yang secara eksisting berkontribusi terhadap peningkatan produksi karet nasional untuk tujuan ekspor. Program BUN-500 ditujukan untuk peningkatan produksi dan produktivitas karet nasional melalui penyediaan benih karet yang bersertifikat, unggul dan bermutu. Menurut Keputusan Menteri Pertanian nomor 472 tahun 2018 tentang Lokasi Kawasan Pertanian Nasional, bahwa kabupaten yang menjadi sentra pengembangan karet nasional di Provinsi Sumatera Selatan meliputi kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, OKI, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir dan Banyuasin dengan produksi karet tahun 2018 mencapai 1,06 juta ton pada luasan areal sebesar 850,9 ribu hektar (data BPS diolah Ditjen. Perkebunan, 2018).

PT. Hok Tong (Crumb Rubber Company) merupakan salah satu mitra Direktorat Jenderal Perkebunan yang bergerak di bidang trading komoditas karet Indonesia, khususnya ekspor karet ke pasar internasional. Data menunjukkan PT. Hok Tong yang beralamat di Keramasan dan Plaju, Sumatera Selatan melakukan ekspor komoditas karet untuk SIR 5, SIR 10, SIR 20, dan SIR 50 ke negara-negara di Amerika dan Eropa. Pada bulan Agustus 2019, PT Hok Tong telah mengekspor SIR 20 ke Amerika sebanyak 11.673,62 ton dan ke Eropa sebanyak 1.939,84 ton dan ekspor SIR 50 sebanyak 19.658,986 ton. Pemanfaatan SIR ini adalah untuk rubber dock fender, komponen-komponen untuk keperluan pabrik/industri seperti cement mill, centrifuge latex mill, crumb rubber mill, sugar mill, aluminium plant, oil palm mill, komponen bangunan tahan gempa dan beberapa aplikasi lainnya seperti conveyor belt, rubber mats, rubber bands dan lain-lain.

Tercatat dari data BPS diolah Ditjen. Perkebunan bahwa tahun 2018 ekspor karet Indonesia sebesar 2,81 juta ton dengan nilai ekspor mencapai USD 3,95 milyar. Ekspor TSNR-20 berkontribusi sebesar 92,1% atau sebesar 2,59 juta ton dari total volume karet Indonesia. Sebagian besar ekspor TSNR-20 ini ke negara Amerika Serikat, Jepang, India, China, Korea Selatan, Turki, Brazil dan Kanada.
“Indonesia sebagai negara produsen karet nomor 2 dunia setelah Thailand, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan ekspor komoditas karet Indonesia yang di dukung oleh kualitas bokar yang tinggi dan menjadi standar kebutuhan ekspor,” kata Kasdi Subagyono Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Kasdi Subagyono menambahkan bahwa, Ditjen. Perkebunan terus membina UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar) di beberapa provinsi yang menjadi sentra produksi karet nasional dimana selain dalam upaya memperkuat kelembagaan petani juga dilakukan pendampingan kepada para petani dalam meningkatkan kualitas bokar sehingga akan dapat mendongkrak harga karet ditingkat petani,” tambahnya.


Bagikan Artikel Ini  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *