karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan Nomor 23 Tahun 2019 Rekomendasi Teknis Impor Tembakau
  •   Kepmentan No 141 Tahun 2019 Jenis Komoditas Binaan
  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
EKSPOR KOPI SPECIALITY INDONESIA TEMBUS PASAR YORDANIA.
Diposting oleh: Hukmas,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 195 kali
shadow

Indonesia merupakan surganya kopi karena memiliki cita rasa kopi yang beragam. Tercatat melalui faktor geografis di masing-masing daerah yang menjadi sentra kopi nasional sampai saat ini terdapat 26 jenis kopi Indonesia yang sudah bersertifikat Indikasi Geografis. Dari produksi kopi Indonesia tahun 2018 sebesar 722,5 ribu ton, sebanyak 38,75% adalah untuk kebutuhan ekspor yaitu sebesar 279,96 ribu ton. Salah satu potensi ekspor kopi Indonesia adalah ke Negara di Kawasan Timur Tengah.

Pada pembukaan Indonesia Coffee Promotion yang diinisiasi oleh KBRI Amman, Yordania dan Badan Ekonomi Kreatif di Intercontinental Hotel Amman, dilakukan pameran kopi internasional termasuk kopi dari Indonesia. Event tersebut dihadiri sekitar 150 perwakilan dari pemiliki kafe ternama, asosiasi, pembeli serta pecinta kopi di Yordania. Presiden Indonesia-Jordan Business Council (IJBC), Mayra Andrea, dan Presiden Jordan-Indonesia Friendship Association (JIFA), Amb. Luay Khasman, turut hadir dalam acara tersebut.

“Indonesia adalah salah satu eksportir kopi terbesar di dunia yang juga tersohor akan jenis specialty kopinya, salah satunya ‘Kopi Luwak’. Jenis kopi ini dihargai sebesar US$ 40 per cangkir karena kelas terbaiknya,” kata Andy Racmianto, Duta Besar RI untuk Yordania.

Ditambahkan lagi menurut salah satu pakar kopi dari Indonesian Specialty Coffee Association, syarifuddin menyatakan bahwa disamping Kopi Luwak, Indonesia memiliki 38 tipe kopi dengan rasa dan karakteristik yang berbeda-beda, seperti Kopi Sumatra, Kopi Toraja, Kopi Aceh, dan Kopi Mandailing. Kopi-kopi tersebut saat ini semakin populer di kalangan Timur Tengah, utamanya dibutuhkan di pasar Yordania.

Data BPS diolah Ditjen. Perkebunan tahun 2018 menunjukkan bahwa, Nilai ekspor RI ke Yordania sebesar USD 22,1 juta yang didominasi komoditas sawit sebesar USD 13,1 juta (volume ekspor 20,9 ribu ton) dan kelapa sebesar USD 8,5 juta (volume ekspor 8,7 ribu ton), sedangkan untuk kopi Indonesia yang di ekspor ke Yordania rata-rata hanya 1-2 ton per tahun sehingga ini menjadi peluang peningkatan ekspor kopi Indonesia, apalagi didukung dengan meningkatknya kebutuhan kopi di Yordania.

Selanjutnya pada Acara Indonesia Coffee Promotion turut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk merasakan kekayaan kopi Indonesia. Dua pakar kopi dan perwakilan dari Base Café Abdoun, Rami dan Diana berkesempatan untuk merasakan 10 jenis kopi Indonesia yang berbeda. Menurut keduanya, kopi Indonesia favorit mereka adalah: (i) Flores Arabika Manggarai Fully washed, (ii) Sumatra Barat Arabika Kajai Ekuator, (iii) Flores Arabika Natural Process (wine taste), dan (iv) Sumatra Arabika Aceh Gayo.

“Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan kopi nasional melalui penyediaan benih unggul dari program BUN-500. Selain itu, pemerintah juga berfokus pada peningkatan kualitas kopi melalui pengembangan pascapanen dan pengolahan yang baik dan terstandar tentunya dengan inovasi teknologi,” kata Kasdi Subagyono Direktur Jenderal Perkebunan.

Ada peluang besar bagi Yordania untuk berinvestasi di industri perkopian Indonesia, utamanya kopi luwak karena Kopi tersebut memiliki perpaduan asam dan pahit yang sempurna dan membuat kopi tersebut menjadi favorit di Yordania. Luwak dapat mencium dan memakan kopi ceri paling enak dan mencernanya lewat proses fermentasi yang berbeda untuk melepaskan rasa biji kopi yang lebih kuat. Kedepan kebutuhan global dan domestik terus meningkat, investasi pada sektor kopi di Indonesia sangat dibutuhkan dan Pasar Yordania siap menyambut kopi nasional.