karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan Nomor 23 Tahun 2019 Rekomendasi Teknis Impor Tembakau
  •   Kepmentan No 141 Tahun 2019 Jenis Komoditas Binaan
  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
PALA SIAP MENJADI KOMODITAS EKSPOR ANDALAN INDONESIA.
Diposting oleh: Hukmas,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 126 kali
shadow

DEPOK - Indonesia mempunyai beragam jenis rempah yang mempunyai kualitas rempah terbaik, salah satu jenis rempah yang terbaik dan diminati oleh kawasan Negara Uni Eropa adalah Nutmeg/Pala. Sebuah perusahaan Indonesia yaitu PT. Alam Sari Interbuana yang berlokasi di Cimanggis Depok sedang melakukan persiapan ekspor Pala ke Negara Uni Eropa. Dengan didampingi oleh Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHBUN) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dari segi standar mutu dan pembinaan usaha, dan diaudit serta pengambilan sampel uji Pala untuk penerbitan surat Health Certificate (HC) yang menjadi persyaratan ekspor oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian. 

Sebelum melakukan pengambilan sampel Pala, petugas dari OKKP melakukan audit mulai dari ke seluruh ruangan yang berada di pabrik, mulai dari ruangan sanitasi hingga Finishing Good Storage. Untuk menjaga kualitas Pala terbaik, pada proses penyortiran Pala mengalami beberapa proses penyortiran. “Pertama menghilangkan kotoran yang menempel pada Pala, kedua mengeluarkan serangga pada Pala, ketiga menghilangkan logam yang menempel pada Pala, yang keempat memisahkan Pala yang berjamur” kata Ade Siti Fatimah dari PPHBUN saat menjelaskan fungsi mesin penyortir biji Pala (9/8).

Tanaman Pala merupakan tanaman yang rentan terhadap perubahan cuaca, iklim, dan suhu yang memerlukan perhatian khusus dalam perawatannya, apabila kualitas budidaya dilakukan dengan cara yang benar sesuai standar internasional maka akan memberikan keuntungan atau manfaat yang lebih besar. Terjaganya kualitas mutu dari suatu komoditas ekspor perkebunan harus selalu terjamin demi memenuhi persyaratan ekspor, hal ini tertuang dalam Permentan Nomor 53/Permentan/OT.140/9/2012 yang membahas tentang tahapan seperti sortasi, pengeringan, penyimpanan dan pengemasan pada komoditas Pala.

Tanaman Pala juga tidak lepas dari isu yang sempat beredar yaitu Jamur Aflatoksin. Jamur Aflatoksin merupakan segolongan senyawa toksik (mikotoksin, toksin yang berasal dari fungi) yang dikenal mematikan dan karsinogenik bagi manusia dan hewan. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan Pala terkena jamur adalah kurangnya ketelitian dalam proses pernyotiran, dan bisa saja terjadi saat proses pengiriman dalam kontainer, karena waktu yang dibutuhkan hingga ke negara tujuan kurang lebih memakan waktu sampai dua minggu.

Dengan negara penghasil Pala terbaik sudah saatnya Indonesia memperhatikan kualitas mutu agar program pemerintah tentang peningkatan kualitas ekspor dapat tercapai, dan Indonesia bisa dinobatkan sebagai negara andalan dengan kualitas ekspor Pala nomor 1 di dunia, serta dengan meningkatnya ekspor Pala dapat memberikan devisa bagi negara dan meningkatkan kesejahteraan bagi pekebun Pala.