karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Ditjenbun Berpartisipasi dalam Acara Agrivaganza 2019
  •   Kepmentan No 141 Tahun 2019 Jenis Komoditas Binaan
  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
KEMENTAN DUKUNG PERLINDUNGAN INDIKASI GEOGRAFIS PRODUK PERKEBUNAN INDONESIA.
Diposting oleh: Hukmas,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 38 kali
shadow

Perlindungan terhadap indikasi geografis memasuki babak baru dalam perkembangan dunia internasional. Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian turut berpartisipasi aktif dalam simposium yang diikuti oleh 67 negara. Simposium Indikasi Geografis Internasional yang diinisiasi oleh World Intelectual Property Organization (WIPO) dilaksanakan pada tanggal 2 sd 4 juli 2019 di Lisbon Portugal, pada kegiatan tersebut membahas isu-isu penting dalam indikasi geografis Internasional antara lain tentang pergerakan penduduk, perbedaan peraturan di tiap negara serta perbedaan kepentingan di masing-masing negara.

Saat ini telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, lebih dari 65 produk indikasi geografis yang sebagian besar terdiri dari produk perkebunan antara lain kopi, lada, pala, mete, kayu manis, dan tembakau. Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan kelompok pemegang indikasi geografis dalam rangka peningkatan kesejahteraan pekebun dan meningkatkan ekspor produk perkebunan.

Pada kunjungan Sekretaris Ditjen Perkebunan ke Duta Besar Indonesia untuk Portugal, Dubes Indonesia untuk Portugal menyampaikan bahwa beliau mendukung penuh perlindungan Indikasi Geografis produk-produk Indonesia, khususnya perkebunan agar dapat dilindungi melalui perjanjian Internasional