karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Ditjenbun Berpartisipasi dalam Acara Agrivaganza 2019
  •   Kepmentan No 141 Tahun 2019 Jenis Komoditas Binaan
  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
AGROFOOD EXPO 2019 Ajang Promosi Produk Agribisnis Unggulan Daerah.
Diposting oleh: Hukmas,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 144 kali
shadow

Jakarta - Dalam rangka meningkatkan akses pasar pelaku usaha dan sarana promosi untuk produk unggulan pekebun, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan bersama PT. Wahyu Promo Citra menyelenggarakan AgroFood Expo 2019 pada tanggal 27 sd 30 Juni 2019 bertempat di Jakarta Convention Center Senayan Hall B.

AgroFood Expo 2019 merupakan kegiatan tahunan yang memberikan kesempatan para pelaku usaha bidang agribisnis untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi produk unggulan daerah, sehingga melalui pameran ini dapat meningkatkan akses pasar, baik di pasar domestik maupun internasional.

Dirjen Perkebunan yang diwakili oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir. Dedi Junaedi, M.Sc dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa saat ini trend usaha pertanian tidak terlepas dari tuntutan "Revolusi Industri 4.0", khususnya pada pemanfaatan teknologi digital dari hulu hingga hilir. "Aplikasi digital kegiatan hulu dapat digunakan untuk pengelolaan tanaman agar lebih efisien, misalnya melalui sistim drip irigation pada perkebunan tebu agar bisa produktifitas/rendemen gulanya tinggi, pemanfaat teknologi satelit untuk pemupukan dan perbaikan tata kelola kelapa sawit, dsb," katanya. Juga disampaikan pula untuk meningkatkan produktifitas 8 jenis komoditas strategis Ditjen Perkebunan telah meluncurkan program BUN500 atau penyediaan Benih Unggul Perkebunan 500 juta batang dalam periode 2020-2024.

Dedi Junaedi menambahkan, di proses hilir, platform digital marketing seperti yang ditawarkan TaniHub dapat dimanfaatkan untuk memperpendek rantai pemasaran petani langsung ke konsumen, transparansi sehingga petani bisa mendapatkan margin profit yanh lebih besar dan konsumen mendapatkan harga yang wajar dan produk pertanian/perkebunan yang lebih & berkualitas. Demikian juga financing digital platform (tekfin) seperti yang ditawarkan Tanifund bisa dimanfaatkan sebagai alternatif sumber pembiayaan terutama bagi start up atau pemula yang akan memulai usaha agribisnis.
Platform digital marketing telah membuka wahana baru yang membuka peluang agribisnis makin menarik bagi generasi millenial karena menjadi borderless.

Kegiatan AgroFood Expo 2019 diikuti oleh 105 pelaku usaha yang terdiri dari berbagai K/L terkait, PEMDA, BUMN, dan berbagai pelaku usaha bidang agribisnis.

Salah satu rangkaian kegiatan AgroFood Expo 2019 adalah "Coffee, Cocoa, & Tea Festival 2019" yang bertujuan untuk mengenalkan berbagai keragaman dan karakteristik kopi, teh, dan kakao Indonesia dari berbagai daerah.

Selain itu, pada pameran tersebut turut menampilkan berbagai hasil produk olahan rempah Indonesia yang bertujuan untuk mengenalkan produk rempah unggulan sebagai upaya dalam rangka "Mengembalikan Kejayaan Rempah Indonesia" di kancah global melalui promosi.

"Harapan dari rangkaian kegiatan pameran AgroFood Expo 2019 dapat menjadi ajang promosi produk unggulan agribisnis yang mampu menghasilkan nilai transaksi bisnis yang signifikan melalui sesi Business Matching. Untuk ke depannya, harapan kami tentu pameran ini dapat menjadi tempat dimana trend kebutuhan dunia terhadap produk agribisnis dapat ditampilkan sehingga kehadirannya akan selalu dinantikan tiap tahunnya," ujarnya.