karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
  •   Nomor 1/Permentan/KB.120/1/2018 Tentang Pedoman Penetapan Harga TBS Pekebun
KEMENTAN : INTEGRASI KOPI - TERNAK, SALAH SATU IMPLEMENTASI .
Diposting oleh: Administrator,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 239 kali
shadow

Usaha tani komoditi pertanian senantiasa dituntut berwawasan lingkungan atau lebih dikenal dengan konsep Green Economy. Namun demikian seiring dengan perkembangan zaman, hanya ramah lingkungan saja tidak cukup. Konsep berkelanjutan pun turut dipersyaratkan terutama oleh negara konsumen, sehingga muncullah Konsep Blue Economy.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan sejak beberapa tahun terakhir menggulirkan program yang mengacu konsep blue economy tersebut antara lain yaitu kebijakan pengembangan komoditi perkebunan berkelanjutan yang dipadukan dengan pengelolaan ternak, dengan program Integrasi Tanaman Kopi dengan Ternak (kambing).

Diharapkan, limbah yang dihasilkan dari usahatani kopi yang berupa pangkasan pohon pelindung, limbah panen buah kopi (chery) dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, melalui proses pencacahan dan penepungan (hijauan dan konsentrat).

Di sisi lainnya,  limbah ternak/kotoran (kambing) yang dikelola melalui pengumpulan dan pemisahan antara limbah padat dan limbah cair, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman kopinya.

Hubungan yang saling menguntungkan (symbiosis mutualisma) ini diyakini dapat mewujudkan kemandirian petani dalam pengelolaan kebunnya. Masalah limbah kopi diatasi, dan limbah ternak pun dapat dioptimalkan untuk mendongkrak produksi dan produktivitas kopinya.

Salah satu lokasi kegiatan integrasi kopi dengan ternak tahun 2018 adalah di Dusun Mejing, Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kelompok Tani penerima yaitu Kelompok Tani Gemah Ripah diketuai Rohmat, beranggotakan sebanyak 25 orang, menerima bantuan berupa 50 ekor kambing, kandang, mesin pencacah dan penepung serta pakan hijuan ternak.

Desa Banjarsari merupakan salah satu desa sentra kopi robusta. Areal eksisting kopi mencapai 400 ha ditambah 200 ha di areal perhutani yang merupakan kerjasama warga Desa Banjarsari dengan Pihak Perhutani, dalam rangka mendukung Pengembangan Kawasan Wisata berbasis Agribisnis Kopi. Sebagai landasan kerjasama telah dibentuk Lembaga Masyarakat Hutan yang telah didaftarkan akta notaris.

Bantuan kegiatan Integrasi Tanaman Kopi dengan Ternak, dirasakan manfaatnya oleh kelompok tani penerima khususnya dan masyarakat desa Banjarasari pada umumnya, karena memiliki manfaat ganda yaitu mengurangi ketergantungan pembelian pupuk, meningkatkan produksi kopi petani,

Dan masyarakat mempunyai alternatif sumber pendapatan melalui usaha tani ternak.

Bantuan ini, telah memotivasi Kepala Desa Banjarsari untuk memberikan dukungan melalui penyediaan alat pascapanen, alat pengolahan dan rencana pembangunan lantai jemur, melalui dana desa. Bahkan, Dinas Peternakan Kab Magelang akan mensinergikan kegiatan Insemeniasi Buatan utk pengembangan ternak.