karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
  •   Nomor 1/Permentan/KB.120/1/2018 Tentang Pedoman Penetapan Harga TBS Pekebun
KOMISI IV KUNJUNGI KEBUN CENGKEH & PALA TERNATE.
Diposting oleh: Administrator,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 80 kali
shadow

Komoditas perkebunan merupakan salah satu andalan bagi pendapatan nasional dan devisa Negara Indonesia. Kontribusi sub sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional semakin meningkat dan diharapkan dapat memperkokoh pembangunan secara menyeluruh. Komisi IV DPR RI melakukan kegiatan kunjungan kerja ke Ternate Provinsi Maluku Utara pada tanggal 28 April 2018 di Ternate Provinsi Maluku Utara. Pada kunjungan kerjanya, Komisi IV DPR RI berkesempatan meninjau Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, penangkar di perkebunan bibit pala dan cengkeh, Pohon Cengkeh Afo, kelompok pemasar ikan santo albin pratama, BPDAS pesemaian permanen, gudang pupuk petrokimia gresik, gudang bulog, produsen penangkar benih, Kebun Penelitian Fakultas Pertanian Unkhair Persemaian Tanaman Hutan, dll.

“Persiapkan semua dengan baik, identifikasi data dengan lengkap. Pengembangan tanaman perkebunan butuh dukungan dari semua pihak baik dinas, petani, pihak-pihak terkait dan tentunya dukungan Komisi IV DPR RI. Perkebunan sangat komitmen terhadap pengembangan agrowisata berbasis tanaman perkebunan dengan memperhatikan tata kelola tanaman perkebunan dan sumber daya alam yang ada di wilayahnya dengan baik sehingga pengembangan komoditas perkebunan bisa menarik pengembangan destinasi wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nasional,” demikian disampaikan Bambang Direktur Jenderal Perkebunan pada kunker tersebut.

Bambang menambahkan, Wakil Komisi IV DPR RI beserta Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepada petani. Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ini merupakan kesempatan bagi petani untuk menyampaikan kebutuhan dan permasalahan dihadapinya yang kemudian akan didiskusikan dan dicarikan solusinya. Terkait benih tanaman dihimbau agar benih yang dikembangkan berasal dari sumber yang jelas dan telah ditetapkan oleh Ditjen Perkebunan Kementan, serta dikembangkan sesuai dengan prosedur yang baik, yang clear dan clean, sehingga pada saat evaluasi tidak ada masalah.

“Diharapkan pemerintah daerah melalui kunjungan ini dapat menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan permasalahan didaerahnya, sehingga dapat didiskusikan dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah di pusat,” kata Michael Wattimena Wakil Ketua Komisi IV DPR RI pada kunker tersebut.

Pada kunjungan kerja di Ternate, Direktur Jenderal Perkebunan bersama Tim Kunjungan Komisi IV DPR RI berkesempatan meninjau tanaman pala dengan luas areal 0.25 ha dan kapasitas 50.000 batang di persemaian tanaman hutan lokasi kebun penelitian Fakultas Pertanian Unkhair Kel Fitu Kec Ternate Selatan.