karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
  •   Nomor 1/Permentan/KB.120/1/2018 Tentang Pedoman Penetapan Harga TBS Pekebun
KEMENTAN : MELEJITNYA KOPI INDONESIA KE NEGARA LUAR.
Diposting oleh: Administrator,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 496 kali
shadow

JAKARTA - Saat ini Indonesia menjadi produsen utama kopi ke-4 setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Komoditas Kopi memiliki peran penting antara lain sebagai sumber pendapatan pekebun, sumber devisa negara, penyedia lapangan kerja, penyedia bahan baku industri, pendorong pertumbuhan wilayah agribisnis, serta turut andil dalam mendukung terjaganya konservasi lingkungan.

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang menginstruksikan pemerintah harus bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan mendorong ekspor dan investasi. Presiden RI juga menghimbau kepada Menteri Pertanian untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia serta kopi dan kakao, tak hanya kelapa sawit saja tetapi juga komoditi perkebunan lainnya yang masing-masing mempunyai potensi karakteristik tersendiri.  

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan produksi serta produktivitas komoditi yang berkelanjutan sehingga memiliki mutu dan nilai daya saing tinggi. “Dalam hal ini maka kita harus bisa memanfaatkan potensi sektor perkebunan di tengah komoditas energi fosil seperti batu bara dan migas mulai berangsur habis. Saat ini waktunya mengembalikan kejayaan perkebunan Indonesia,” kata Bambang Direktur Jenderal Perkebunan.

Berdasarkan data statistik Direktorat Jenderal Perkebunan diketahui bahwa 5 (lima) teratas negara tujuan ekspor kopi antara lain United States dengan total volume 63,252,971 (Kg) dan total nilai 256,466,217 (US$),  Germany, Fed. Rep. Of dengan total volume 44,739,588 (Kg) dan total nilai 104,020,677 (US$), Malaysia dengan total volume 43,150,945 (Kg) dan total nilai 86,968,220 (US$), Italy dengan total volume 38,103,685 (Kg) dan total nilai 79,664,908 (US$), Russia Federation dengan total volume 36,920,300 (Kg) dan total nilai 75,563,995 (US$), dll. Sedangkan perkembangan volume dan nilai ekspor komoditi kopi dari tahun 2015 s.d 2017 sebagai berikut :

No

Komoditas

2015

2016

2017

Vol (Kg)

Nilai (US$)

Vol (Kg)

Nilai (US$)

Vol (Kg)

Nilai (US$)

1

Kopi

502,020,679

1,197,735,052

414,651,152

1,008,543,129

467,799,349

1,187,157,328

Sumber : data statistik Direktorat Jenderal Perkebunan

 

Prestasi petani kopi sangat membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia. Petani kopi Indonesia sudah dikenal dan berhasil melakukan ekspor dan terus dilakukan secara kontinue.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan diketahui bahwa :

  1. Gapoktan Mutiara Kasih Inang di Provinsi Sumatera Utara, telah melakukan ekspor kopi ke Negara Taiwan, Amerika, Jerman, dan Jepang.
  2. KT Manunggaling Karso Pasuruan, KT Mawar Lumajang, KT Rejeki 17 Probolinggo, Jombang dan Jember di Provinsi Jawa Timur, telah melakukan ekspor kopi ke Negara Eropa, Amerika, Australia, dan Timur Tengah.
  3. Koperasi Solok Rajo, CV Yudi Putra di Provinsi Sumatera Barat, telah melakukan ekspor kopi ke Negara Australia, Korea, Jepang, Inggris.

Tak hanya kopi, Biji Kakao Fermentasi dan Biji Kakao Organik dari Koperasi Kerta Semaya, Samaniya, Jembrana Bali pun sudah melakukan ekspor ke Perancis dan Jepang. Begitu juga dengan komoditi perkebunan lainnya, antara lain :

  • KUB Mitra Mandala, Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak di Banten telah melakukan ekspor gula semut aren ke Negara Jerman.
  • Kulon Progo DI. Yogyakarta telah melakukan ekspor gula kelapa ke negara Amerika, Malaysia dan Singapura. Sedangkan untuk Kecamatan Cipaku, Kabupaten Purbalingga (Binaan I-Trade) di Provinsi Jawa Tengah telah melakukan ekspor gula kelapa ke negara Eropa, Australia, New Zealand, Malaysia, Singapura.
  • Provinsi Sulawesi Utara, telah mengekspor komoditi pala ke negara Italia, komoditi kelapa/VCO ke negara China, Vietnam dan Singapura, komoditi cengkeh ke negara Jerman dan Belanda, sedangkan kayu manis ke negara Korea.