karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
  •   Nomor 1/Permentan/KB.120/1/2018 Tentang Pedoman Penetapan Harga TBS Pekebun
RAPAT KOORDINASI NASIONAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERKEBUNAN (RAKORNAS PPHBUN).
Diposting oleh: Administrator,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 317 kali
shadow

Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHBUN) menyelenggarakan Rakor PPHBUN pada tanggal 29-31 Januari 2018 di Bandung, Jawa Barat. Rakornas bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pembangunan perkebunan terutama dalam hal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan serta upaya-upaya percepatan pelaksanaan kegiatan tahun 2018.

Rakornas ini mengambil tema "DENGAN OPTIMALISASI NILAI TAMBAH DAN DAYA SAING PRODUK PERKEBUNAN KITA WUJUDKAN KESEJAHTERAAN PETANI" . Rakor dihadiri oleh dinas yang membidangi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan dari seluruh Indonesia, dan mengundang nara sumber antara lain:
-Direktur Jenderal Perkebunan
-Sekretaris Ditjen Perkebunan
-Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jawa Barat
-Direktur PT. Alam Sari Interbuana/Eksportir Rempah
- Direktur IT. Trade/Eksportir Produk Kelapa
-Ketua LPPM Universitas Padjadjaran

Rakornas PPHBUN dibuka oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Ir. Bambang,MM. Dalan sambutannya Direktur Jenderal Perkebunan menekankan Perlunya Komitmen semua pihak baik pemerintah pusat maupun Provinsi untuk menjadikan kegiatan 2018 yang terbaik sehingga menjadi contoh untuk kegiatan-kegiatan lain. Dengan menjadikan kegiatan yang terbaik akan dapat menunjukkan kepada semua pihak bahwa perkebunan layak untuk diberikan perhatian yang lebih besar termasuk dalam hal pendanaan. Selain itu Dirjen Perkebunan juga menyatakan bahwa Nilai Tambah dan Daya Saing merupakan kunci peningkatan kesejahteraan petani oleh karena itu dalam pembangunan perkebunan harus senantiasa memiliki orientasi peningkatan nilai tambah dan daya saing produk perkebunan.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir. Dedi Junaedi, M.Sc selaku penanggungjawab kegiatan dalam laporannya menyatakan bahwa Rakornas PPHBUN ini merupakan forum yang sangat strategis karena Rakornas PPHBUN Pertama yang dilaksanakan pasca terbentuknya Direktorat PPHBUN. Dengan dilaksanakannya Rakornas ini diharapkan ada persepsi yang sama antara pemerintah pusat dengan provinsi dan kabupaten dalam seluruh kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, pelaksanaan percepatan kegiatan, mencapai sasaran dan ouput yang diterapkan.
Mengingat kegiatan pengadaan peralatan pasca panen dan unit pengolahan hasil perkebunan tidak tergantung dengan musim dan relatif stok barang sudah tersedia, maka disepakati paling lamat 31 Maret 2018 sdh dilakukan SPK/ penandatanganan kontrak.
Disamping agenda koordinasi nasional, Rakornas ini juga mengagendakan diskusi untuk peningkatan pengetahuan dalam hal pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan dengan beberapa nara sumber pelaku ekspor yang muda antara lain Syandilla, Direktur PT. IT Trade yang merupakan eksportir gula kelapa organik berbasis IT, dan Sigit Sumaryanto, Direktur PT. Alamsari Interbuana, eksportir rempah-rempah. Selain itu melengkapi kajian secara akademis tentang nilai tambah dan daya saing dihadirkan pula nara sumber Peneliti dari Lembaga Pebelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Padjadjaran.