karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan No. 29/2016, Perubahan Permentan No. 98/2013 Pedoman Perizinan (Regulasi, Permentan)
  •   Alamat Produsen Benih Kelapa Sawit Tahun 2016 (Download di menu media, download)
KEMENTAN FOKUS PERKUAT PERKEBUNAN.
Diposting oleh: Administrator,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 221 kali
shadow

MANADO - Pertemuan Koordinasi dan Konsultasi Perkebunan Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2017 telah dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2017 di Manado Sulawesi Utara. Rakor dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Direktur Perlindungan Perkebunan, Kepala BBP2TP Medan, Kadisbun Provinsi Sulawesi Utara, Bupati Kep Sitaro, Bupati Sanghie, Bupati Bolmong Timur, Sekda Kota Mobagu, Sekda Bolmong Utara dan Kepala Balit Palma. “Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemda Sulawesi Utara. Perkebunan Indonesia memberikan peran strategis yang luar biasa. Dalam kondisi yang belum optimal saat ini memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) sebesar 426 triliun lebih tinggi dari migas, kemudian melibatkan penduduk kita lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia, yaitu mengantungkan harapannya baik langsung atau tidak langsung terhadap komoditas perkebunan. Perkebunan juga memberikan andil besar terhadap upaya pelestarian keseimbangan lingkungan. Setiap hari para pelaku usaha perkebunan baik petani maupun perusahaan perkebunan menanam pohon. Jadi tidaklah benar kalau perkebunan itu merusak lingkungan. Pertemuan hari ini adalah sebagai wujud untuk membangun komitmen kita. Komitmen secara nasional bahwa perkebunan itu penting bagi Indonesia, sehingga suatu saat betul-betul perkebunan ini menjadi fundamental di Negara. Mari kita satukan komitmen bersama bahwa Perkebunan adalah masa depan dunia. Ketika energi fosil sudah berangsur habis maka Perkebunan dengan kelapanya, kelapa sawitnya serta produk-produk nabatinya akan menjadi penyuplai kehidupan dunia. Oleh karena itu sekali lagi melalui pertemuan ini kiranya bisa mendorong atau meningkatkan semangat, kreatifitas dan upaya kita dalam membangun perkebunan,” kata Bambang Direktur Jenderal Perkebunan dalam arahannya pada rakor tersebut (06/10/2017).

Pada saat acara rapat koordinasi dan konsultasi pembangunan perkebunan tahun 2017 tersebut turut dilakukan penyerahan bantuan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian kepada Kepulauan Sangihe berubah benih pala, Kepulauan Sitaro berupa bibit pala, Bolmong timur berupa bibit cengkeh, Minahasa tenggara berupa cengkeh diwakili Sekda, dan Bolmong Utara berupa bibit kelapa diwakili Sekda. 

“Untuk tahun depan sesuai arahan Presiden, Menteri Pertanian sudah menginstruksikan kepada kita akan fokus kepada perkebunan. Silahkan ini ditindaklanjuti dengan baik, rencanakan kluster-kluster/kawasan yang bagus. Sudah ada 21 kabupaten. Sulawesi Utara ini Kabupaten yang paling banyak ditetapkan sebagai Kluster Nasional. Ada 21 Kluster Pengembangan Kawasan Nasional, masing-masing ada pala, cengkeh, kopi, kelapa di masing-masing kabupaten, mari kita fokus dengan itu, mari kita memberikan perhatian dan menguatkan kelembagaan petani serta korporasikan petani untuk mendukung hal tersebut. Selain itu benih perkebunan harus dipersiapkan dengan matang. Mari kita tingkatkan kinerja, kawal dan saling bekerjasama baik petani, pelaku usaha perkebunan dan pihak terkait lainnya dalam membangun perkebunan” katanya.