karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan No. 29/2016, Perubahan Permentan No. 98/2013 Pedoman Perizinan (Regulasi, Permentan)
  •   Alamat Produsen Benih Kelapa Sawit Tahun 2016 (Download di menu media, download)
KEMENTAN KEMBANGKAN DAERAH POTENSIAL UNTUK PENGEMBANGAN KOMODITI PERKEBUNAN.
Diposting oleh: Administrator,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 155 kali
shadow

KENDARI - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan pengarahan pada Pengukuhan 3 Guru Besar Universitas Halu Oleo pada tanggal 2 Oktober 2017 di Auditorium Mokodompit, Universitas Halu Oleo, Kendari. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Profesor, Rektor, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura, Kapolda Sulawesi Tenggara, Dandim Kendari, dll. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, akan ada 10 pabrik gula yang akan dibangun, Sulawesi Tenggara memiliki agro climate yang sangat bagus untuk ditanami tebu, tepatnya di Kabupaten Bombana, Konawe Selatan. ”Kita akan dorong karena ini sinergi dengan kehutanan. Ini kehormatan bagi Pemerintah,” kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian. 

Pemerintah terus berupaya mengembangkan daerah-daerah potensial untuk pengembangan pabrik gula dalam rangka memenuhi kebutuhan gula masyarakat dan mencapai swasembada. Pada kesempatan yang sama, Mentan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mensukseskan swasembada gula. Menurut Mentan, investasi dan ekspor merupakan dua hal yang penting untuk memajukan Indonesia. 

Andi Amran Sulaiman menambahkan, bahwa regulasi dalam perizinan merupakan salah satu kunci dalam menjaga investor agar tetap percaya dan konsisten berinvestasi di Indonesia. Untuk itu, percepatan dan penyederhanaan pengurusan perizinan diperlukan. 

Seusai kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Perkebunan bersama Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura, Kepala Dinas Kehutanan, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara meninjau lokasi persiapan percepatan pengembangan komoditas tebu dalam rangka mendukung program swasembada gula ke Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kemudian esok harinya dilanjutkan dengan Dirjen Perkebunan menghadiri kegiatan Seminar Nasional dan Kongres XXIV Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, dengan tema Peran Strategis Fitopatologi dan Ilmu Pendukung Lainnya Dalam Pembangunan Pertanian Yang Holistik Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional, tanggal 3 Oktober 2017 di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara tersebut dihadiri oleh guru besar Universitas Halu Oleo, Kendari, Rektor, Mahasiswa, dll. “berharap kedepannya dapat lebih meningkatkan produk dan produktivitas kakao dan tebu. Petani harus berkorporasi dan menguatkan kelembagaannya” kata Bambang Dirjen Perkebunan dalam arahannya.