karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan No. 29/2016, Perubahan Permentan No. 98/2013 Pedoman Perizinan (Regulasi, Permentan)
  •   Alamat Produsen Benih Kelapa Sawit Tahun 2016 (Download di menu media, download)
PRESIDEN : PELUANG PERKEBUNAN TERBUKA LEBAR .
Diposting oleh: Administrator,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 226 kali
shadow

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kondisi ekonomi terkini di hadapan ratusan pengusaha Indonesia di tengah suara-suara pesimisme yang muncul dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam Rakornas Kadin 2017 yang mengambil tema “ Pemerintah Bersama Dunia Usaha Mendorong Penciptaan Lapangan Kerja, Mengurangi Tingkat Kemiskinan dan Kesenjangan” Presiden menyampaikan beberapa hal, agar timbul optimisme dunia usaha. “Tadi pak Raden Pardede menyebutkan kita kurang confident sebetulnya angkanya jelas, tapi kenapa enggak confident, kepercayaan itu sudah ada,” ujar Jokowi saat menutup Rakornas Kadin 2017 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

Predikat layak investasi alias investment grade yang didapatkan dari tiga lembaga pemeringkat internasional menjadi bukti bahwa iklim investasi di Indonesia baik. Selain itu, kata Jokowi, peringkat Indonesia sebagai negara tujuan investasi juga naik yang mampu menggaet lebih banyak investor luar negeri.

“Contoh investment grade, ada Moddy’s, S&P, apalagi? Kenaikan negara tujuan investasi dari 8 ke 4. Ini juga kepercayaan. Ease of doing business dari 120 sekarang 91,” kata Jokowi.

Dalam pencapaian tersebut masih dianggap sebagai omong kosong belaka. Ia berseloroh bahwa yang tidak percaya terhadap angka-angka tersebut merupakan pihak yang berseberangan dengannya.

“Ini kepercayaan. Kalau angka seperti ini diragukan, ini yang meragukan sebetulnya bukan dunia usaha, saya yakin ini orang politik atau politikus yang menjadi pengusaha,” ujar Jokowi diikuti tawa hadirin.

Selain itu, tingkat inflasi dalam beberapa tahun ini juga berhasil dijaga di kisaran 3%. Angka ini mencerminkan upaya pemerintah dalam meredam gejolak harga berhasil.

“Bapak ibu tahu semuanya, kalau pertumbuhan ekonomi kalau dibanding negara G20 masuk 3 besar. Inflasi, tahun ini 3,35%, 3,02%, tahun ini saya pastikan di bawah 4%,” kata Jokowi.

Dalam akhir pernyataannya, Jokowi menyatakan saat ini bisnis lifestyle sangat berkembang pesat sehingga sektor Perkebunan peluangnya cukup besar “Seperti kopi tiap tahun mengalami kenaikan permintaan 20%, namun kita tidak siap. Lihat di mal-mal ada kedai kopi tapi kita tidak siapkan sekolah barista. Bahkan saat ini kita sebagai penghasil biji kopi nomor 4 di didunia, dulu Vietnam belajar dari kita tapi sekarang mereka menyalip kita .Masih banyak seperti kelapa, kakao,lada, sagu, teh, kayu manis yang belum digarap secara optimal,” ujar Jokowi.

Dihadapan presiden, Franki Wijaya, ketua Kadin Bidang Agribisnis, menyampaikan sektor agribisnis juga berperan dalam penyediaan lapangan kerja. Ada 40 juta tenaga kerja langsung dan ada 20 juta yg tidak langsung, jadi ada 60 juta yang bergantung pada pertanian namun sektor perkebunan kelapa sawit yang sangat berhasil.

“Ada 4 faktor yang menjadi kunci sukses di kelapa sawit yaitu Koperasi, Good Agriculture Praktis, Integrasi dan Jaminan Keuangan. Hal inilah yang perlu di duplikasikan ke komoditi pertanian yang lain,” ujar Frangki.

Sumber: http://perkebunannews.com/2017/10/03/presiden-peluang-perkebunan-terbuka-lebar/