karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan No. 29/2016, Perubahan Permentan No. 98/2013 Pedoman Perizinan (Regulasi, Permentan)
  •   Alamat Produsen Benih Kelapa Sawit Tahun 2016 (Download di menu media, download)
Pupuk Kompos Penghambat Perkembangan Nematoda Parasit Tanaman Perkebunan.
shadow

Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat melalui proses pembusukan sisa-sisa bahan organik (tanaman maupun hewan). Kompos bermanfaat untuk memperbaiki kondisi fisik tanah sehingga berperan dalam menjaga fungsi tanah agar unsur hara yang tersedia dalam tanah mudah dimanfaatkan oleh tanaman.

Dimanfaatkannya unsur hara oleh tanaman akan sangat menguntungkan perkembangan dan pertumbuhan tanaman sehingga memberikan resistensi yang lebih besar terhadap infeksi hama dan penyakit.  

Fungsi pupuk kompos selain memperbaiki kondisi fisik tanah, juga mengandung beberapa mikroorganisme (jamur atau bakteri) antagonis yang dapat menekan perkembangan nematoda parasit. 

Jamur antagonis yang berperan sebagai nematopatogen antara lain jamur Arthrobotrys oligosporaDactylaria brochopaga, Paecilomyces lilacinusCatenaria spp. dan jamur Trichoderma sp. Jamur Arthrobotrys spp. merupakan salah satu agens hayati pengendali nematoda karena jamur tersebut dapat mematikan nematoda dengan cara membentuk hifa perangkap yang dapat menangkap atau menjerat dan menginfeksi nematoda parasit (Barron, 1977 dalam Nasahi, 2010).

Sedangkan bakteri antagonis yang berperan sebagai nematopatogen antara lain bakteri Pseudomonas fluorescens, Bacillus sp, dan bakteri di sekitar perakaran tanaman atau dikenal dengan istilah bakteri rhizosfer. Beberapa strain bakteri rhizosfer adalah bakteri Plant Growth Promoting Rhizobakteri (PGPR). Bakteri PGPR dapat berfungsi sebagai Biofertilizer, Photostimulator, dan Agens Biokontrol. Baca Selanjutnya....