karet kakao sawit kelapa cengkeh lada teh kopi mete nilam tebu

Sekilas Info

  •   Permentan Nomor 23 Tahun 2019 Rekomendasi Teknis Impor Tembakau
  •   Kepmentan No 141 Tahun 2019 Jenis Komoditas Binaan
  •   Permentan No. 5 Tahun 2018 Tentang Pembukaan, pengolahan lahan tanpa membakar
30 Produk Perkebunan Indikasi Geografis.
Diposting oleh: Administrator,  Kategori: Berita Utama,  Dibaca: 301 kali
shadow

Jakarta, Indonesia memiliki banyak potensi alam unik yang menjadi sumber potensi produk indikasi geografis yang berlimpah dan tersebar di seluruh Indonesia. Indikasi Geografis (IG) adalah sebuah sertifikasi dilindungi oleh undang-undang, digunakan pada produk tertentu yang sesuai dengan lokasi geografis tertentu atau asal.  Faktor lingkungan geografis memberikan ciri khas dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. Lingkungan geografis tadi bisa berupa faktor alam, manusia, atau kombinasi keduanya.

Pendaftaran produk indikasi geografis akan memberikan nilai tambah dan daya saing serta keuntungan kepada para stakeholders yang terlibat seperti petani dan eksportir.
Dari sisi konsumen, dengan adanya sertifikat produk indikasi geografis yang ditempelkan pada kemasan produk yang bersangkutan, berarti produk tersebut adalah asli.
Artinya, konsumen akan terhindar dari barang palsu jika pada kemasan produk itu terdapat label produk indikasi geografis.

Kopi Kintamani Bali menjadi pelopor produk perkebunan yang pertama kali memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis dengan ciri khas dan kualitas yang berbeda dengan jenis kopi lainnya. Hingga saat ini, telah banyak produk perkebunan lainnya yang telah memperoleh sertifikasi IG dan beberapa yang masih dalam proses untuk memperoleh sertifikasi IG. Perkembangan produk perkebunan yang telah memiliki IG sampai bulan September ini yaitu :

  • Sudah 30 produk perkebunan yang memiliki IG dari total 52 produk yang secara nasional telah mendapat IG, atau sekitar 58% dari total IG nasional adalah produk perkebunan. 30 produk tersebut adalah Kopi Arabika (10 produk), Kopi Robusta          (2 produk), Kopi Liberika (2 produk), Lada (2 produk), Cengkeh (2 produk), Kayu Manis (1 produk), Pala (2 produk), Teh (1 produk), Tembakau (3 produk), Gula Kelapa (1 produk), Vanili (1 produk), Minyak Nilam (1 produk) dan Mete (2 produk).
  • 4 produk perkebunan yang sedang dalam tahap penandatanganan sertifikat oleh Dirjen. Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM, yaitu Kopi Arabika Sumatera Mandailing, Pala Tomandin Fakfak, Cengkeh Moloku Kie Raha dan Mete Muna. Diharapkan dalam bulan Oktober, sertifikat sudah akan selesai.
  • Masih ada 3 produk yang proses Indikasi Geografisnya dibiayai oleh Ditjen. Perkebunan yang saat ini masih dalam tahap penyusunan Buku Persyaratan, yaitu Pala Tapaktuan Aceh, Gambir Payakumbuh Sumatera Barat dan Kopi Robusta Tambora NTB.
  •  Ada 12 produk yang proses Indikasi Geografisnya dibiayai oleh provinsi/kabupaten yang saat ini sedang dalam tahap penyusunan Buku Persyaratan yaitu Kopi Arabika Minang Solok, Kopi Arabika Sipirok Sumatera Utara, Kopi Arabika Lintong Sumatera Utara, Kopi Arabika Manggarai NTB, Kopi Robusta Temanggung, Kopi Robusta Empat Lawang Sumatera selatan, Kopi Robusta Tabanan Bali, Kopi Robusta Pinogu Gorontalo, Pala Halmahera Utara Malut, Pala Kepulauan Banda Maluku, Kopi Kaongkeongkea Buton Sulawesi Tenggara dan Minyak Nilam Pasaman Sumatera Barat.

Untuk itu, diperlukan dukungan dan pembinaan dari semua pihak yang terkait, khususnya lingkup perkebunan untuk mempercepat diperolehnya sertifikasi Indikasi Geografis dari produk perkebunan yang memiliki kualitas dan ciri khas, sehingga diharapkan  produk-produk perkebunan dapat bersaing di pasar global.

30 produk perkebunan yang telah memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis yaitu:

No.

Nama Produk

Asal Wilayah

Tahun Indikasi Geografis

1.

Kopi Arabika Kintamani

Kintamani, Bali

2008

2.

Lada Putih Muntok

Bangka Belitung

2010

3.

Kopi Arabika Gayo

Gayo, Aceh

2010

4.

Tembakau Hitam Sumedang

Sumedang, Jawa Barat

2011

5.

Tembakau Mole Sumedang

Sumedang, Jawa Barat

2011

6.

Kopi Arabika Flores Bajawa

Ngada, NTT

2012

7.

Vanili Kepulauan Alor

Alor, NTT

2012

8.

Kopi Arabika Kalosi Enrekang

Enrekang, Sulsel

2013

9.

Minyak Nilam Aceh

Aceh

2013

10.

Kopi Arabika Java Preanger

Jawa Barat

2013

11.

Kopi Arabika Java Ijen-raung

Bondowoso-Situbondo, Jawa Timur

2013

12.

Kopi Arabika Toraja

Toraja Utara, Sulses

2013

13.

Kopi Robusta Lampung

Lampung Utara-Way Kanan-Tanggamus, Lampung

2014

14.

Tembakau Srinthil Temanggung

Temanggung, Jawa Tengah

2014

15.

Mete Kubu Bali

Karangasem, Bali

2014

16.

Gula Kelapa Kulonprogo Jogja

Kulonprogo, DIY

2014

17.

Kopi Arabika Java Sindoro Sumbing

Temanggung, Jawa Tengah

2014

18.

Kopi Arabika Sumatera Simalungun

Simalungun, Sumatera Utara

2015

19.

Kopi Liberika Tungkal Jambi

Tungkal, Jambi

2015

20.

Cengkeh Minahasa

Minahasa, Sulawesi Utara

2015

21.

Kopi Robusta Semendo

Semendo, Sumatera Selatan

2015

22.

Pala Siau

Kepulauan siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara

2015

23.

Teh Java Preanger

Jawa Barat

2015

24.

Kopi Liberika Rangsang Meranti

Meranti, Riau

Mei 2016

25.

Lada Hitam Lampung

Lampung

Mei 2016

26.

Kayumanis Koerintji

Kerinci, Jambi

Mei 2016

27.

Kopi Arabika Sumatera Mandailing

Mandailing Natal, Sumatera Utara

September 2016

28.

Pala Tomandin Fakfak

Fakfak, Papua Barat

September 2016

29.

Cengkeh Moloku Kie Raha

Maluku Utara

September 2016

30.

Mete Muna

Muna, Sulawesi Tenggara

September 2016